Ekspansi QRIS Antarnegara: Langkah BI Perkuat Transaksi Digital Lintas Batas

JATENGPEDIA.ID - Bank Indonesia kembali memperluas jangkauan layanan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Cross Border guna memperkuat ekosistem pembayaran digital nasional pada Senin (27/7/2026).
Langkah strategis ini direalisasikan melalui sinergi dengan sejumlah penyelenggara jasa pembayaran, termasuk PT Finnet Indonesia. Sejak pertama kali diperkenalkan pada tahun 2019, teknologi ini dinilai mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam mempermudah transaksi harian masyarakat.
Asisten Direktur sekaligus Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Willy Togi, mengungkapkan, "Perkembangannya sangat masif. Sekarang sudah ada QRIS antarnegara, kemudian yang terbaru ada QRIS Tap yang menggunakan teknologi NFC untuk pembayaran."
Dilansir dari Medcom.id, perluasan sistem transaksi nontunai internasional ini diprioritaskan bagi negara-negara mitra yang memiliki hubungan ekonomi erat serta konektivitas sektor pariwisata yang kuat dengan Indonesia. Hingga saat ini, implementasi QRIS Antarnegara telah mencakup enam negara, yaitu Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Bank Sentral akan terus mengkaji potensi perluasan ke negara-negara baru dengan mempertimbangkan prospek pariwisata serta interaksi bisnis antarnegara.
Selain memperluas jaringan ke luar negeri, kebijakan ini dirancang untuk memberikan dampak langsung bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Para pedagang kini tidak perlu repot menyediakan berbagai jenis mesin pembayaran, melainkan cukup memajang satu stiker kode QR agar dapat menerima pembayaran dari turis mancanegara secara langsung.
"Dulu mungkin kita tidak membayangkan pedagang kaki lima bisa menerima pembayaran dari luar negeri. Sekarang cukup mencetak QR, wisatawan asing sudah bisa membayar secara digital," tambahnya.
Dukungan penuh terhadap kebijakan Bank Indonesia juga datang dari pelaku industri pembayaran digital yang terus beradaptasi dengan regulasi serta kebutuhan pasar. Plt. Direktur Finance & Risk Management PT Finnet Indonesia, Anton Daryono, menegaskan kesiapan perusahaannya dalam mendukung digitalisasi di berbagai sektor publik dan transportasi.
"Kami sangat mendukung inovasi maupun kebijakan yang dikeluarkan Bank Indonesia. Harapannya digitalisasi di Indonesia semakin inklusif, lebih cepat, lebih mudah, lebih murah, serta aman dan andal," tutur Anton.
Guna memaksimalkan keamanan pedagang, Finnet juga menghadirkan fitur Soundbox dan notifikasi transaksi secara real-time. Menurutnya, sistem ini sangat efektif menekan penggunaan uang fisik.
"Kemungkinan uang palsu tidak ada, kemungkinan dirampok juga tidak ada karena semua transaksi tercatat secara digital," pungkasnya.













