Mencari

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

Sinyal Damai AS-Iran Bikin Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

download (50)
JATENGPEDIA.ID - Harga minyak dunia merosot tajam lebih dari lima persen setelah Amerika Serikat dan Iran sepakat menghentikan sementara serangan militer sepanjang akhir pekan pada Senin (27/7/2026). Langkah mendadak ini meredakan kekhawatiran pelaku pasar yang sebelumnya cemas akan kelangkaan pasokan akibat meluasnya konflik dari Selat Hormuz hingga Laut Merah.

Meredanya eskalasi geopolitik di kawasan vital tersebut membuat investor beramai-ramai melepas premi risiko yang pekan lalu sempat melambungkan harga hingga menyentuh angka psikologis USD 100 per barel.

Dilansir dari Investing.com, penurunan harga terjadi secara merata pada dua acuan minyak mentah utama dunia. Minyak jenis Brent berjangka terkoreksi 5,5 persen hingga bertengger di level USD 91,44 per barel, setelah sempat merosot di bawah USD 90 pada sesi awal perdagangan. Di saat yang sama, jenis West Texas Intermediate (WTI) berjangka ikut melemah 3,1 persen menjadi USD 89,31 per barel. Tren penurunan ini dipicu oleh keputusan Washington menghentikan operasi militer setelah 13 malam berturut-turut melakukan gempuran demi membuka ruang diplomasi, yang kemudian direspons positif oleh pihak Teheran.

Prospek perdamaian kian menguat seiring munculnya laporan mengenai upaya Tiongkok dalam menjembatani kembali dialog antara kedua negara yang berseteru. 

"Prospek diplomasi yang membaik, termasuk peluang diberlakukannya kembali nota kesepahaman terkait keamanan pelayaran di Selat Hormuz, mendorong investor mengurangi sebagian premi risiko geopolitik yang sebelumnya tercermin dalam harga minyak," ujar Analis Pasar Senior IG Tony Sycamore terkait merespons dinamika pasar tersebut.

Meski harga minyak melandai, para analis mengingatkan bahwa ancaman gangguan pasokan belum sepenuhnya sirna dari kawasan Timur Tengah. Jumlah kapal pembawa komoditas yang melintas di Selat Hormuz dilaporkan menyusut sepanjang akhir pekan, begitu pula lalu lintas di Selat Bab el-Mandeb akibat ketegangan yang melibatkan fasilitas minyak Arab Saudi. 

Lembaga riset ANZ menilai kapasitas penyangga pasar saat ini kian terbatas lantaran cadangan minyak strategis global terus menipis dan persediaan komersial kian mengetat, sehingga harga minyak sewaktu-waktu tetap berpotensi melambung kembali.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter