Mencari

Eskalasi Konflik Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Dunia Tembus USD90 per Barel

Eskalasi Konflik Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Dunia Tembus USD90 per Barel

download - 2026-08-10T124915.058
JATENGPEDIA.ID - Lonjakan harga energi global kembali terjadi setelah minyak mentah dunia mencatatkan kenaikan signifikan lebih dari dua persen pada sesi perdagangan Senin waktu setempat. Berdasarkan publikasi berita pada Selasa (18/8/2026). Tren penguatan ini dipicu oleh meningkatnya kecemasan para pelaku pasar atas potensi gangguan rantai pasokan komoditas vital tersebut. Eskalasi gesekan politik antara Amerika Serikat dan Iran yang berpusat di kawasan strategis Selat Hormuz menjadi pemantik utama melambungnya harga bahan bakar di pasar internasional.

 

Ketegangan geopolitik tersebut kian memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan teguran keras mengenai hak akses dan kendali di jalur pelayaran vital kawasan Timur Tengah. Dilansir dari laman Investing.com, friksi diplomatik ini bahkan meluas hingga munculnya gertakan militer terhadap Oman apabila dinilai memperkeruh proses negosiasi terkait pengelolaan lintasan laut tersebut, sehingga mendongkrak premi risiko minyak mentah secara drastis.

 

Perkembangan geopolitik di kawasan Teluk langsung berdampak nyata pada pergerakan harga komoditas utama di papan perdagangan global. Minyak mentah acuan jenis Brent berjangka untuk kontrak pengiriman Oktober menguat sebanyak 2,5 persen hingga menyentuh angka USD90,68 per barel. Di saat yang sama, patokan harga minyak domestik AS yaitu West Texas Intermediate (WTI) untuk periode pengiriman yang sama juga ikut merangkak naik sebesar 2,7 persen menuju level USD83,64 per barel.

 

Hingga sesi perdagangan resmi berakhir, grafik pergerakan harga komoditas energi ini terus bertahan di zona hijau dengan rentang penguatan yang relatif solid. Data penutupan mencatat bahwa minyak jenis Brent akhirnya mengunci posisi di level USD90,87 per barel. Sementara itu, varian minyak WTI menyusul ketat dan ditutup pada posisi USD84,50 per barel, mengonfirmasi dominasi sentimen positif yang membayangi pasar keuangan dalam beberapa hari terakhir.

 

Pencapaian pada awal pekan ini sekaligus memperpanjang laju reli positif yang telah terbentuk sejak pekan sebelumnya. Secara kumulatif, harga Brent tercatat telah melonjak hampir enam persen, sedangkan WTI berhasil membukukan kenaikan kumulatif melebihi 5,5 persen. Selama situasi geopolitik di Selat Hormuz belum menunjukkan tanda-tanda mereda, para analis memprediksi pergerakan harga minyak dunia masih akan berada dalam ketidakpastian yang tinggi.

 

iconLangganan

ke Newsletter