Mencari

Fakta Medis: Infeksi Hantavirus Bukanlah Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer

Fakta Medis: Infeksi Hantavirus Bukanlah Efek Samping Vaksin COVID-19 Pfizer

PFIZER
JATENGPEDIA.ID – Belakangan ini jagat media sosial dihebohkan dengan klaim yang menyebutkan bahwa infeksi paru-paru akibat Hantavirus merupakan salah satu efek samping dari vaksin COVID-19 buatan Pfizer-BioNTech. Isu ini bermula dari unggahan di Facebook yang menampilkan tangkapan layar dokumen Pfizer tahun 2021 untuk perizinan FDA. Dalam dokumen tersebut, memang tercantum nama Hantavirus pada lampiran bertajuk "List of Adverse Events of Special Interest". Namun munculnya nama virus tersebut sering kali disalahpahami oleh publik sebagai daftar dampak langsung dari penyuntikan vaksin,.

Dilansir dari Reuters pada Jumat (8/5/2026), pihak Pfizer segera memberikan klarifikasi melalui juru bicara resminya. Juru bicara Pfizer menjelaskan melalui email bahwa adanya referensi Hantavirus dalam dokumen tersebut bukan merupakan konfirmasi bahwa vaksin adalah penyebabnya meskipun dalam unggahan yang beredar tertulis narasi “Daftar efek samping suntikan Covid Pfizer mencakup infeksi paru-paru Hantavirus!”. Pfizer membantah hal ini dengan merujuk pada disclaimer di halaman 6 dokumen tersebut yang menegaskan bahwa daftar tersebut hanyalah kompilasi laporan medis yang muncul selama masa studi.

Juru bicara Pfizer merinci bahwa lampiran tersebut mencakup setiap peristiwa medis yang dialami seseorang antara Desember 2020 hingga Februari 2021.

“lampiran tersebut mencakup setiap peristiwa medis yang dialami seseorang antara Desember 2020 hingga Februari 2021 tanpa memandang apakah hal itu terkait dengan vaksin,” ungkapnya. 

Data tersebut dikumpulkan dari laporan sukarela melalui berbagai sistem pelaporan nasional, termasuk VAERS di Amerika Serikat. Penting untuk dicatat bahwa ketika Inggris memberikan otorisasi pemasaran penuh pada akhir 2022, mereka meninjau daftar efek samping yang memang memiliki hubungan sebab-akibat yang terbukti secara ilmiah dan Hantavirus tidak termasuk di dalamnya.

Menurut informasi di situs resmi Pfizer, secara ilmiah infeksi Hantavirus tidak mungkin dipicu oleh vaksin Comirnaty (Pfizer). Vaksin tersebut sama sekali tidak mengandung virus hidup. Hal ini diperkuat oleh fakta dari National Institutes of Health (NIH) dan WHO bahwa Hantavirus umumnya menular melalui tikus atau kontak antar manusia yang sangat dekat untuk galur tertentu, bukan melalui komponen vaksin mRNA. Jadi keberadaan Hantavirus dalam dokumen tersebut murni sebagai catatan medis kebetulan yang dilaporkan oleh masyarakat selama masa pemantauan keamanan.

Pihak otoritas kesehatan Amerika Serikat juga memberikan penjelasan serupa untuk meluruskan kesalahpahaman ini. 

“Laporan yang masuk ke sistem VAERS setelah vaksinasi tidak selalu berarti bahwa vaksin menyebabkan masalah kesehatan,” ujar seorang juru bicara FDA dalam wawancara sebelumnya dengan Reuters.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa siapa pun dapat menyerahkan laporan ke sistem tersebut tanpa memandang seberapa masuk akal laporan tersebut secara medis. Dengan demikian klaim bahwa vaksin Pfizer menyebabkan Hantavirus dipastikan keliru dan bersifat menyesatkan. Hingga saat ini, daftar resmi efek samping pada leaflet produk Pfizer tidak mencantumkan Hantavirus sebagai risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh vaksin.


 

 

iconLangganan

ke Newsletter