Mencari

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Imbas Memanasnya Konflik Selat Hormuz

Harga Minyak Mentah Dunia Melonjak Imbas Memanasnya Konflik Selat Hormuz

download - 2026-08-10T124915.058
JATENGPEDIA.ID - Laju harga minyak mentah global kembali terkerek naik lebih dari satu persen pada perdagangan Selasa, 11 Agustus 2026. Kenaikan harga komoditas energi ini dipicu oleh sikap tegas Teheran yang enggan membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz sebelum Amerika Serikat (AS) memenuhi tuntutan mereka, di samping ketidakpastian negosiasi damai yang terus membayangi pasar energi internasional.

Kekhawatiran pasar terhadap potensi disrupsi pasokan di kawasan Timur Tengah langsung tercermin pada pergerakan bursa komoditas berjangka. Dilansir dari Investing pada Rabu, 12 Agustus 2026, kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober terkerek 1,1 persen ke posisi USD88,66 per barel setelah sempat menyentuh rekor tertinggi harian di USD90,03 per barel, sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman September menguat 1 persen ke level USD82,96 per barel. 

Di tengah situasi geopolitik yang memanas, upaya diplomasi antarnegara terus bergulir guna meredakan ketegangan militer di jalur perdagangan laut tersibuk dunia tersebut. Di samping peran mediasi yang dijalankan oleh Oman dan Pakistan, laporan intelijen pasar menyebutkan adanya kemajuan pembicaraan antara Washington dan Teheran. Mengutip laporan dari Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif, Bloomberg News melaporkan bahwa kedua negara yang bertikai kini hampir mencapai "semacam kesepakatan" terkait potensi perjanjian damai.

Meski peluang diplomasi mulai terbuka, Badan Informasi Energi AS (EIA) justru merevisi ke atas potensi defisit pasokan global akibat lumpuhnya aktivitas pelayaran komersial di kawasan Teluk. EIA memproyeksikan gangguan suplai minyak mentah Timur Tengah bisa mencapai 600 ribu barel per hari hingga pengujung 2027. "Kami telah menaikkan estimasi produksi minyak mentah Timur Tengah yang terhenti (shut-in) untuk bulan-bulan mendatang dibandingkan dengan prakiraan Juli, karena masih adanya hambatan parah terhadap lalu lintas di Selat Hormuz," ungkap perwakilan EIA dalam laporan analisis pasarnya.

Berdasarkan data pelacakan maritim Kpler, arus lalu lintas kapal tanker di Selat Hormuz memang anjlok drastis dari 15 kapal pada akhir pekan menjadi hanya enam kapal dalam hitungan hari. Merespons hambatan logistik yang kian nyata tersebut, EIA ikut mengerek proyeksi harga rata-rata minyak mentah Brent pada kuartal ketiga tahun ini ke kisaran USD85 per barel, jauh melompat dari perkiraan awal sebesar USD74 per barel.

 

iconLangganan

ke Newsletter