Mencari

Hujan Deras Pemicu Longsor dan Banjir Lumpuhkan Jalur Utama di Kabupaten Malang

Hujan Deras Pemicu Longsor dan Banjir Lumpuhkan Jalur Utama di Kabupaten Malang

images (43)-1
JATENGPEDIA.ID - Rangkaian bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem menerjang delapan kecamatan di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur, seiring tingginya curah hujan yang mengguyur merata sejak hari Senin, 2 November 2026. Hujan berintensitas sedang hingga tinggi tersebut memicu munculnya puluhan titik tanah longsor serta luapan air sungai yang melumpuhkan sejumlah fasilitas publik dan jalan utama pada hari Selasa, 3 November 2026.

Dilansir dari Metrotvnews.com, data terbaru dari Pusdalops PB mencatat delapan wilayah yang terdampak cukup parah meliputi Kecamatan Ampelgading, Bantur, Dampit, Pagelaran, Sumbermanjing Wetan, Tirtoyudo, Donomulyo, hingga Turen. Dampak kerusakan tersebar merata mulai dari area pemukiman warga, lahan pertanian, hingga terputusnya jembatan penghubung antar-desa di beberapa lokasi.

Pihak BPBD Kabupaten Malang langsung menurunkan tim gabungan bersama alat berat untuk mempercepat proses evakuasi material longsor serta pemulihan jalur transportasi. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan penanganan lapangan tersebut.

”Operasi penanganan terbagi ke dalam beberapa tim untuk memonitor wilayah Ampelgading, Sumawe, Tirtoyudo, hingga Bantur, serta pengerahan alat berat,” tutur Sadono.

Dampak paling signifikan dilaporkan terjadi di Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, di mana 58 rumah warga sempat terendam banjir hingga merusak puluhan hektar lahan pertanian dengan taksiran kerugian mencapai lebih dari Rp200 juta. 

Selain itu, kerusakan infrastruktur juga memutus akses bahu jalan poros dan merusak bagian bangunan rumah warga di Kecamatan Sumbermanjing Wetan. 

”Akses jalan menuju Desa Dampit dan Desa Klepu di Kecamatan Sumawe, khususnya di Jalan Poros Gunung Gatel, terputus akibat banjir dan tanah longsor. Selain itu, jembatan penghubung di Bantur mengalami kerusakan pada bagian penahan akibat terjangan air,” imbuhnya.

Meskipun genangan air di beberapa lokasi dilaporkan mulai surut dan tidak ada korban jiwa dalam musibah ini, Pemerintah Kabupaten Malang tetap menyiagakan alat berat serta bantuan air bersih di lokasi-lokasi terdampak. Warga yang bermukim di daerah rawan bencana imbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi hujan susulan masih cukup tinggi di wilayah Malang dan sekitarnya.

 

iconLangganan

ke Newsletter