Mencari

Indonesia dan Belarus Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Sektor Kesehatan dan Farmasi

Indonesia dan Belarus Jalin Kemitraan Strategis Perkuat Sektor Kesehatan dan Farmasi

images (10)-1
JATENGPEDIA.ID - Pemerintah Indonesia resmi menyepakati perluasan kerja sama bilateral dengan Republik Belarus yang berfokus penuh pada penguatan pelayanan kesehatan publik pada Kamis, 2 Juli 2026. Sinergi ini dikukuhkan lewat penandatanganan berkas Memorandum of Cooperation (MoC) yang disaksikan secara langsung oleh presiden dari kedua belah negara di Istana Merdeka, Jakarta. 

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono mengemukakan bahwa ada dua prioritas utama yang dibahas mendalam untuk segera direalisasikan bersama, yakni pembenahan sistem pendidikan kedokteran dan pengembangan industri obat-obatan. 

"Kita sepakat untuk membahas secara mendalam dua topik utama pada pertemuan hari ini, yaitu pendidikan kedokteran dan kerja sama di bidang farmasi," ujar Dante Saksono.

Dilansir dari Metro TV, penguatan kapasitas SDM medis akan diwujudkan melalui program fellowship atau pertukaran tenaga ahli, terutama untuk spesialisasi penyakit kritis seperti kardiologi, onkologi, stroke, urologi, nefrologi, hingga sektor kesehatan ibu dan anak. Kemenkes RI berencana mengirimkan delegasi khusus ke Belarus guna meninjau mutu kurikulum di sana sekaligus mengundang dokter ahli mereka ke tanah air. 

“Kami akan mengirimkan delegasi ke Belarus untuk mengevaluasi program-program di sana, serta mendatangkan para dokter dari Belarus ke Indonesia untuk memberikan pelatihan kepada dokter-dokter kami.” Tambahnya.

Langkah strategis ini juga menyasar kemandirian sektor farmasi nasional lewat penjajakan distribusi alat kesehatan serta produk obat hasil kolaborasi antara perusahaan raksasa Belarus, Belpharmprom, dengan industri manufaktur dalam negeri. Pemerintah memfasilitasi pertemuan bisnis antarpelaku usaha farmasi kedua negara demi mempercepat proses transfer teknologi dan pemenuhan kebutuhan logistik medis. 

“Besok pagi, perusahaan-perusahaan farmasi dari Indonesia akan mengadakan pertemuan dengan rekan-rekan mereka. Kementerian Kesehatan mendukung penuh pengembangan ini dan akan menjembatani koordinasi dengan perusahaan-perusahaan farmasi dari Belarus.” imbuhnya. 

Sebagai bentuk keseriusan dalam mereformasi pilar layanan kesehatan, jajaran delegasi Belarus turut diajak untuk mengamati langsung kualitas fasilitas dan pelayanan spesialis saraf serta otak komprehensif di RS PON Jakarta. Guna memastikan seluruh program kerja sama ini tidak berhenti di atas kertas, kedua negara telah merampungkan rancangan Operational Road Map 2026–2030 sebagai panduan kerja berkala yang terukur. Komitmen jangka panjang ini diharapkan mampu menciptakan dampak positif yang nyata dalam meningkatkan ketahanan serta mutu layanan kesehatan bagi masyarakat luas di Indonesia maupun Belarus.

iconLangganan

ke Newsletter