Kebakaran Bromo Kian Meluas, Api Merembet Hingga Kawasan Penanjakan Pasuruan

JATENGPEDIA.ID - Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terus meluas hingga mencapai 520 hektare pada Senin, 10 Agustus 2026. Kobaran api yang awalnya terdeteksi di sekitar Bukit Jantur/Bantengan sejak awal Agustus kini bergerak makin tak terkendali akibat terpaan angin. Pergeseran titik api ini membuat area terdampak yang mencakup vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar kian meluas dari wilayah Malang menuju Kabupaten Probolinggo dan kawasan Penanjakan di Kabupaten Pasuruan.
Dilansir dari Metro TV, otoritas terkait terus memperketat pengawasan serta memfokuskan pemadaman pada titik-titik api aktif yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa kobaran api terus bergeser mengikuti arah angin. Mengenai estimasi cakupan wilayah dan jenis tanaman yang terbakar.
"Prakiraan luas lahan yang terbakar saat ini total sekitar 520 Ha dengan jenis vegetasi cemara gunung, mentigen, akasia dan semak belukar," ujar Sadono.
Guna menekan laju kebakaran, penanganan intensif dilakukan dengan menerjunkan unit helikopter milik BNPB untuk operasi water bombing di samping pembuatan sekat bakar oleh personel gabungan di darat. Hingga Minggu saja, puluhan ribu liter air telah dijatuhkan secara berkala untuk memadamkan bara api di titik-titik krusial. Sadono merinci teknis pemadaman udara tersebut.
"Operasi water bombing dilaksanakan dengan 3 unit Heli dari BNPB diatur bergantian mengikuti SOP penerbangan, dengan total 42 Rit 7 Sortie atau 108.000 liter," jelasnya.
Meskipun batas wilayah Kabupaten Malang dilaporkan sudah relatif kondusif tanpa adanya sisa bara, ancaman kepulan asap dan titik api baru masih membayangi area Pusung Ledok Bedor serta wilayah Probolinggo dan Pasuruan. Demi menjamin keselamatan publik dan mendukung kelancaran operasi pemadaman, Balai Besar TNBTS mengambill keputusan tegas untuk menutup total seluruh pintu akses wisata menuju Gunung Bromo sampai batas waktu yang belum ditentukan.
"Wilayah terdampak kebakaran hutan saat ini meluas ke arah wilayah Probolinggo dan Penanjakan Pasuruan," pungkasnya.













