Mencari

Respons Cepat Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 30 Hektare di TN Gunung Rinjani

Respons Cepat Tim Gabungan Padamkan Kebakaran 30 Hektare di TN Gunung Rinjani

images (84)
JATENGPEDIA.ID - Kebakaran hutan dan lahan yang melanda kawasan Taman Nasional (TN) Gunung Rinjani di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, berhasil dikendalikan pada Senin (10/8/2026).

Peristiwa yang menghanguskan sekitar 30 hektare tutupan savana dan semak belukar kering tersebut ditangani secara intensif oleh tim gabungan dari Balai Dalkarhut Jabalnusra, Balai TNGR, TNI, Polri, hingga masyarakat setempat. Setelah api utama padam sejak Sabtu lalu, petugas terus melanjutkan proses pendinginan (mop-up) hingga dini hari demi memastikan tidak ada sisa bara yang berpotensi memicu api susulan.

Dilansir dari Metrio TV, pengerahan respons cepat ini menjadi langkah krusial mengingat vegetasi savana di Rinjani sangat rentan terbakar pada musim kemarau. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menekankan pentingnya optimalisasi sistem deteksi dini agar setiap ancaman kebakaran dapat diantisipasi sebelum membesar. 

Terkait upaya pencegahan tersebut, Menhut menegaskan, "Jangan menunggu api membesar. Manfaatkan sistem peringatan dini kita melalui pantauan hotspot Sipongi+ dan teknologi lainnya, lakukan deteksi awal, dan lakukan penanganan sedini mungkin. Setiap upaya pencegahan dan penanggulangan dini merupakan langkah penting untuk menjaga hutan tetap lestari."

Keberhasilan penanganan di lapangan tidak terlepas dari koordinasi ketat antara pasukan pemadam Manggala Agni dan pengelola kawasan. Kepala Balai Dalkarhut Jabalnusra, Bambang Setyo Antoko, menjelaskan bahwa kewaspadaan tinggi tetap harus dijaga meskipun titik api telah padam sepenuhnya. 

"Setiap kejadian kebakaran di kawasan konservasi harus direspons sedini mungkin. Kecepatan Manggala Agni bersama pengelola kawasan dan seluruh unsur di lapangan dalam melakukan pemadaman menjadi kunci penanggulangan dini kebakaran hutan. Kolaborasi ini harus terus diperkuat, karena keberhasilan pengendalian kebakaran merupakan tanggung jawab bersama," ujar Bambang.

Selain memiliki nilai ekologis yang tinggi bagi keanekaragaman hayati dan tata air di Nusa Tenggara Barat, kawasan TN Gunung Rinjani juga memegang peran sosial-budaya yang amat penting bagi kehidupan warga sekitar secara turun-temurun. Oleh karena itu, Kementerian Kehutanan terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melapor ke petugas terdekat jika menemukan tanda-tanda kemunculan asap atau titik api di dalam kawasan hutan. 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter