Mencari

Kekeringan Bayangi Malang, BPBD Petakan 13 Desa Rawan Krisis Air Bersih

Kekeringan Bayangi Malang, BPBD Petakan 13 Desa Rawan Krisis Air Bersih

download (39)
JATENGPEDIA.ID - Ancaman kekeringan mulai membayangi sejumlah wilayah di Kabupaten Malang, Jawa Timur, seiring terus menurunnya debit air sejak pertengahan Juli 2026. 

Penurunan debit air ini paling disorot di kawasan Kecamatan Sumbermanjing Wetan, di mana ketersediaan air sumur warga menyusut drastis. Pemerintah Kabupaten Malang pun kini bergerak cepat mengintensifkan pemantauan di lapangan guna mengantisipasi memburuknya situasi selama puncak musim kemarau.

Dilansir dari Medcom.id, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat ada beberapa titik yang sudah menunjukkan tanda-tanda penyusutan pasokan air secara signifikan. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan kondisi awal fenomena tersebut. 

"Untuk saat ini baru ada laporan penurunan debit air dari Desa Sitiarjo dan Kedungbanteng. Kami terus melakukan pemantauan untuk melihat perkembangan kondisi di lapangan," ujar Sadono pada Jumat, 24 Juli 2026.

Kondisi cukup memprihatinkan terlihat di Desa Sumberagung, di mana debit air warga tinggal menyisakan kurang lebih 30 persen dari kapasitas normal. 

"Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Desa Sumberagung, mulai dua minggu lalu debit air dari belik dan sumur milik warga sudah menurun dan saat ini tinggal kurang lebih 30 persen dari kondisi normal," tambahnya.

Akibatnya, sekitar 30 kepala keluarga di Dusun Krajan harus berjalan sejauh 1,5 kilometer ke Sungai Mbambang hanya untuk mencuci pakaian.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD telah menetapkan status siaga darurat kekeringan dengan memetakan 13 desa di enam kecamatan yang berpotensi terdampak, yaitu Sumbermanjing Wetan, Pagak, Gedangan, Kalipare, Bantur, dan Donomulyo. 

Meskipun demikian, bantuan pengiriman air bersih (dropping) belum dikucurkan karena kondisi di lapangan dinilai belum memasuki tahap krisis ekstrem. "Belum kekeringan krisis, sehingga kami belum melakukan dropping air bersih ke wilayah tersebut," tutur Sadono menutup penjelasannya.


 

 

iconLangganan

ke Newsletter