Mencari

Kinerja Gemilang, Laba Bersih Pertamina Trans Kontinental Tembus Rp1,32 Triliun

Kinerja Gemilang, Laba Bersih Pertamina Trans Kontinental Tembus Rp1,32 Triliun

download (19)
JATENGPEDIA.ID - PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) sukses mencatatkan lonjakan laba bersih yang signifikan sepanjang tahun buku 2025 pada Jumat, 26 Juni 2026. Anak usaha dari Pertamina International Shipping ini berhasil membukukan keuntungan bersih mencapai Rp1,32 triliun, atau tumbuh sebesar 23 persen jika disandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya yang berada di angka Rp1,07 triliun. Manajemen perusahaan pun optimistis dapat mempertahankan tren pertumbuhan positif ini di tahun 2026, meskipun situasi pasar global saat ini masih dipenuhi dengan berbagai tantangan yang tidak mudah.

Dilansir dari CNN Indonesia, Plt. Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, menjelaskan bahwa pihaknya akan terus memacu performa korporasi melalui optimalisasi berbagai sektor strategis. Langkah tersebut meliputi penguatan bisnis inti, efisiensi operasional, akselerasi transformasi digital, hingga penerapan prinsip bisnis yang berkelanjutan guna menyokong ketahanan energi nasional. 

“PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” tutur Eko.

Untuk menjaga stabilitas performa keuangan dan operasionalnya tahun ini, perusahaan telah menyiapkan empat strategi utama, salah satunya adalah efisiensi pengeluaran di segala lini. Selain itu, manajemen juga akan memaksimalkan kinerja dari empat pilar bisnis andalannya, yakni penyediaan kapal penunjang, pengelolaan pangkalan logistik pantai (shorebase), jasa kepelabuhanan, serta keagenan pelayaran. Terkait layanan keagenan, Direktur Operasional PTK, Yudi Wibisono, menyebutkan bahwa ekspansi pasar akan diperluas ke sektor eksternal.

“Salah satu yang akan kami giatkan adalah layanan keagenan, karena PTK tidak hanya melayani kebutuhan administrasi pelayaran bagi bisnis captive atau kapal yang digunakan di Pertamina Group, namun lebih dari itu yakni kapal non Pertamina termasuk yang akan sandar di dalam dan luar negeri,” jelas Yudi.

Aspek keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan juga menjadi fokus utama lewat penguatan program bertajuk Vision Zero yang sudah diimplementasikan sejak tahun lalu. Direktur Pemasaran PTK, Albertus Anto Budi Santosa, memaparkan bahwa program ini dirancang demi mencapai target nihil kecelakaan kerja, bebas pencemaran, serta menghindari segala bentuk kecurangan logistik di lapangan. Keandalan operasional kapal pun terus dipantau secara berkala, di mana sepanjang tahun 2025, PTK sukses mengelola jajaran armada komersialnya dengan mencatatkan waktu layar efektif yang sangat produktif.

Langkah strategis terakhir yang menjadi komitmen perusahaan adalah percepatan program transisi energi dan dekarbonisasi. Berkat berbagai inovasi hijau yang diterapkan pada armada kapal mereka, PTK diklaim sukses memangkas emisi karbon hingga sebesar 66.721 ton CO2e sepanjang tahun 2025. Menurut Direktur Armada PTK, Dewi Susanti, pengurangan emisi tersebut dicapai berkat modernisasi teknologi ramah lingkungan di sejumlah kapal kelolaan. 

"Dekarbonisasi berasal dari inovasi Green Energy Program, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan," pungkas Dewi.


 

 

iconLangganan

ke Newsletter