Marak Aksi Kekerasan Suporter, Erick Thohir Tegaskan Sanksi Pengurangan Poin dan Gandeng Kapolri

JATENGPEDIA.ID - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, secara tegas meminta kepada pihak klub serta operator kompetisi sepak bola tanah air untuk segera mengambil langkah penindakan yang sangat ketat guna mengatasi maraknya aksi kekerasan yang melibatkan kelompok suporter, yang diberitakan pada tanggal 29 Oktober 2026. Desakan ini disampaikan menyusul rentetan insiden berbahaya dalam beberapa waktu terakhir, mulai dari penyerangan bus pemain Persib U-18 di Batang, pelemparan batu terhadap rombongan bus suporter Persija di Cirebon, hingga kasus tragis tewasnya seorang pendukung akibat dibacok usai menonton laga di Stadion Pakansari, Bogor.
Dilansir dari Bola.com, Erick Thohir mengingatkan bahwa aturan dan regulasi tertulis untuk menindak berbagai bentuk pelanggaran tersebut sebenarnya sudah tersedia secara jelas sehingga pihak liga maupun klub tidak boleh lagi mengabaikannya begitu saja. Terkait insiden keamanan di luar stadion, ia mengapresiasi gerak cepat aparat kepolisian yang berhasil menangkap para pelaku kriminal dalam kurun waktu kurang dari 24 jam setelah kejadian berlangsung.
Langkah koordinasi lanjutan juga telah ditempuh oleh pimpinan tertinggi federasi sepak bola nasional tersebut melalui pertemuan tertutup bersama Kapolri guna memperkuat komitmen penegakan hukum di luar lapangan hijau.
"Mungkin satu hingga dua minggu lagi kami akan umumkan komitmen Kapolri dengan PSSI juga solid, bagaimana menindak para pelaku kriminal itu di luar pertandingan. Kalau di dalam pertandingan sendiri, kita sudah pernah mengalami peristiwa Kanjuruhan, saya rasa tidak bisa ditoleransi,” ujar Erick.
Lebih lanjut, PSSI tidak akan ragu untuk menjatuhkan sanksi terberat apabila pihak klub dan kelompok pendukung tetap gagal menjaga keamanan serta keharmonisan selama kompetisi berlangsung. Ancaman sanksi tegas tersebut secara spesifik mencakup pembatasan laga tandang hingga penerapan hukuman pengurangan poin bagi klub yang suporternya terbukti melakukan pelanggaran berat dan mengancam keselamatan jiwa banyak orang.
Kebijakan kehadiran suporter tim tamu yang baru saja kembali diberikan oleh FIFA pada musim ini setelah sempat dilarang selama tiga tahun terakhir semestinya dijaga bersama melalui komitmen kolektif yang kuat. Erick berharap kelonggaran yang telah diperjuangkan ini tidak dicoreng kembali oleh aksi anarkis, sehingga seluruh pencinta sepak bola tanah air dapat menyaksikan pertandingan kesayangannya secara langsung di stadion dengan rasa aman dan bisa kembali ke rumah masing-masing dengan selamat.













