Menag Ajak Umat Panjatkan Doa Keselamatan Bangsa di Masjid Istiqlal

JATENGPEDIA.ID - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk terus memanjatkan doa demi keselamatan dan kedamaian NKRI di tengah gejolak serta ketidakpastian kondisi global. Imbauan tersebut disampaikan saat beliau menghadiri agenda Zikir Kebangsaan Jatma Aswaja yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Minggu (9/8/2026).
Di hadapan ribuan jemaah yang hadir, Imam Besar Masjid Istiqlal itu menekankan krusialnya panjatan doa bersama sebagai benteng spiritual bagi kelangsungan hidup berbangsa.
Dilansir dari Antara, Nasaruddin juga mengajak umat untuk senantiasa mengucap syukur atas terjaganya stabilitas nasional di tengah tekanan krisis ekonomi dunia. Ia mengungkapkan indikator positif perekonomian Indonesia, seperti tingkat inflasi yang stabil di angka 1 hingga 2 persen serta pertumbuhan ekonomi yang menembus 5,2 persen. Capaian ini dinilai relatif jauh lebih unggul jika dibandingkan dengan kondisi beberapa negara Muslim lainnya.
Guna melengkapi rasa syukur tersebut, Menag menegaskan bahwa apresiasi atas keberhasilan bangsa tidak boleh berhenti pada tataran lisan belaka, melainkan wajib ditransformasikan ke dalam tindakan konkret. Atas dasar pemikiran itu, ia terus mendorong revitalisasi fungsi Masjid Istiqlal agar tidak sekadar berdiri sebagai tempat ibadah ritual, melainkan juga bertransformasi menjadi pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi umat. Saat ini, masjid negara tersebut telah menyediakan ragam fasilitas gratis, mulai dari penginapan, konsumsi, pelatihan keterampilan, kursus bahasa asing, hingga layanan kesehatan.
Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, Helmy Faishal Zaini, menegaskan komitmen organisasinya dalam menyokong program ketahanan pangan nasional secara nyata. Jatma Aswaja siap menggarap sektor pertanian dengan melakukan penanaman padi dan tebu yang dipusatkan di atas lahan seluas 10 ribu hektare. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir maupun pedesaan secara berkelanjutan.
Semangat penguatan spiritual dan pemberdayaan ekonomi tersebut menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan nasional.
"Untuk senantiasa dan selalu melakukan doa keselamatan bangsa dan seperti setiap tahun yang kita lakukan di masjid ini, untuk mendoakan bangsa dan negara kita. Apalagi saat seperti sekarang ini, kita sangat memerlukan doa berjamaah untuk keselamatan bangsa kita," ujar Nasaruddin Umar.
Sementara itu, mengenai kontribusi organisasi, Helmy Faishal Zaini menyampaikan harapannya, "Kita harapkan kehadiran Jatma Aswaja memantulkan energi untuk melakukan pemberdayaan, sehingga kita bukan hanya maju secara spiritual, tetapi juga kokoh secara ekonomi dan tentunya kita berdaya menjadi masyarakat yang lebih sejahtera."













