Menteri ESDM: Belum Ada Kenaikan Tarif Listrik, Fokus Alihkan LPG ke CNG

JATENGPEDIA.ID–Memperoleh tanggapan resmi terkait isu yang beredar, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa hingga saat ini pemerintah belum merencanakan kenaikan tarif listrik bagi masyarakat. Pernyataan ini disampaikan untuk meredam kekhawatiran publik yang sempat ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial belakangan ini. Bahlil memastikan bahwa setiap keputusan strategis terkait harga energi akan dilakukan melalui pertimbangan yang matang agar tidak membebani daya beli masyarakat.
Dilansir dari kanal YouTube Kompas TV pada Selasa, 5 Mei 2026, Bahlil memberikan keterangan langsung kepada awak media. Dalam kesempatan tersebut, ia menjelaskan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi dan simulasi terhadap berbagai kebijakan di sektor energi, namun belum ada keputusan untuk menaikkan tarif listrik dalam waktu dekat.
"Sampai dengan hari yang saya bicarakan ini dan exercise yang kami lakukan, itu belum ada kenaikan tarif listrik," ungkap Bahlil.
Selain persoalan listrik, Bahlil juga menyoroti ketergantungan Indonesia yang masih cukup tinggi terhadap impor LPG, yang mencapai 75 hingga 80 persen dari total kebutuhan nasional. Kondisi ini dinilai cukup riskan, terutama saat terjadi gejolak politik global yang dapat mempengaruhi kestabilan pasokan dan harga. Oleh karena itu, pemerintah kini tengah serius merumuskan langkah alternatif untuk menekan angka impor tersebut, salah satunya melalui pengembangan dan optimalisasi penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai pengganti LPG.
Bahlil optimis bahwa konversi ke CNG merupakan solusi jangka panjang yang efektif karena bahan bakunya tersedia melimpah di dalam negeri, khususnya dari temuan cadangan gas baru di wilayah Kalimantan Timur. Pemerintah berencana memulai proses konversi ini secara bertahap, diawali dari sektor komersial seperti hotel dan restoran sebelum nantinya menjangkau penggunaan rumah tangga. Dengan langkah ini, diharapkan ketahanan energi nasional dapat semakin kuat dan ketergantungan pada pasar luar negeri bisa berkurang secara signifikan.













