Mencari

Negosiasi Damai AS-Iran Mulai Redam Harga Minyak, Pasokan Global Diharapkan Pulih

Negosiasi Damai AS-Iran Mulai Redam Harga Minyak, Pasokan Global Diharapkan Pulih

download (11)
JATENGPEDIA.ID - Sinyal damai dari proses negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran diproyeksikan bakal membawa angin segar serta dampak positif bagi stabilitas perekonomian Indonesia pada Rabu, 24 Juni 2026. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menilai bahwa membaiknya hubungan kedua negara tersebut tidak hanya akan mencerahkan prospek ekonomi global, melainkan juga ikut memperbaiki jalur logistik internasional. Pulihnya rantai pasok global yang selama ini tersendat akibat ketegangan geopolitik dipercaya akan memberikan stimulus yang baik bagi pertumbuhan aktivitas dagang di dalam negeri.

Optimisme mengenai membaiknya kondisi pasar internasional ini disampaikan oleh Airlangga dalam program Top Economy yang dilansir dari tayangan Metro TV. Ia menyebutkan bahwa redanya konflik secara langsung akan mengoreksi harga komoditas penting yang sempat melambung tinggi. 

"Jadi dua hal itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. Tetapi yang jelas perdamaian itu kontribusinya positif terhadap perekonomian," kata Airlangga.

Meski demikian, dampak dari perundingan damai ini diperkirakan tidak bisa langsung memulihkan kondisi secara instan karena pelaku pasar global masih bersikap fluktuatif selama proses diplomasi berjalan. Airlangga mengungkapkan bahwa harga minyak mentah dunia saat ini sudah mulai melandai ke tingkat di bawah 80 dolar AS per barel, yang diharapkan bisa diikuti dengan penurunan harga kontrak barang impor Indonesia. 

"Bagi Indonesia kan transmisinya akan ke harga. Sedangkan transmisi harga kita lihat kemarin harga minyak sudah turun di bawah USD80. Tentu ekspektasi harga yang turun ini harus dilanjutkan dengan kontrak barang yang kita dapat," tambahnya.

Di sisi investasi, Menko Perekonomian tidak menampik bahwa sebagian pemodal besar saat ini masih cenderung menahan diri (wait and see) guna mengamankan arus kas masing-masing di tengah sisa-sisa ketidakpastian dunia. Namun ia optimis kawasan ASEAN, khususnya Indonesia, tetap menjadi salah satu destinasi investasi yang paling aman dan menjanjikan di wilayah Indo-Pasifik dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil di atas empat persen. Demi memastikan target pertumbuhan ekonomi nasional tetap berada pada jalurnya, pemerintah kini fokus menjalankan berbagai kebijakan strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi domestik, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat di dalam negeri.

 

iconLangganan

ke Newsletter