Mencari

Rupiah Loyo ke Level Rp17.900-an per Dolar AS Akibat Sentimen Negatif Putusan MSCI

Rupiah Loyo ke Level Rp17.900-an per Dolar AS Akibat Sentimen Negatif Putusan MSCI

download (10)
JATENGPEDIA.ID - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terpantau langsung lunglai dan mengalami pelemahan yang cukup signifikan pada pembukaan perdagangan Rabu, 24 Juni 2026. Berdasarkan pergerakan angka di papan bursa, mata uang Garuda terkoreksi hingga menembus level Rp17.900-an per USD akibat hantaman sentimen eksternal yang kurang menguntungkan bagi pasar domestik. Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan besar yang sedang dihadapi oleh aset-aset keuangan dalam negeri sejak awal sesi perdagangan pagi.

Kondisi pelemahan ini terlihat jelas dari pergerakan grafik finansial nasional, sebagaimana dilansir dari data Bloomberg dan Yahoo Finance pada waktu yang bersamaan. Analis pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memproyeksikan bahwa posisi mata uang lokal sepanjang hari ini akan cenderung bergerak tidak menentu dengan kecenderungan melemah di penutupan nanti. 

"Untuk perdagangan hari ini, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.850 per USD hingga Rp17.900 per USD," ujar Ibrahim.

Menurut Ibrahim, salah satu pemicu utama yang membuat langkah rupiah terpeleset di zona merah hari ini adalah respons pelaku pasar terhadap keputusan lembaga penyedia indeks global, MSCI. 

"Yang membuat rupiah kembali melemah cukup signifikan adalah salah satunya pernyataan dari MSCI terkait putusan indeks MSCI," tambahnya. 

Dalam rilis 2026 Market Classification Review, MSCI memutuskan untuk tetap mempertahankan status pasar modal Indonesia di kategori Emerging Market, sembari terus memantau efektivitas reformasi transparansi yang digulirkan oleh OJK, BEI, dan KSEI.

Meski mengapresiasi upaya perbaikan di pasar saham tanah air, MSCI menegaskan bahwa konsistensi implementasi kebijakan di lapangan jauh lebih krusial bagi para investor institusional internasional. Pihak lembaga global tersebut menyatakan akan mengevaluasi kembali kelayakan investasi di Indonesia hingga akhir tahun nanti. Apabila kemajuan yang diharapkan tidak kunjung terlihat nyata pada Tinjauan Indeks November 2026, MSCI bahkan membuka peluang untuk berkonsultasi mengenai penurunan kelas (reklasifikasi) status pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Frontier Market.

 


 

iconLangganan

ke Newsletter