Mencari

Pemerintah Gelontorkan Rp203,7 Triliun untuk Subsidi BBM hingga Listrik

Pemerintah Gelontorkan Rp203,7 Triliun untuk Subsidi BBM hingga Listrik

download (1)
JATENGPEDIA.ID - Pemerintah terus berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat di tengah dinamika global. Hingga 31 Mei 2026, realisasi anggaran yang dikucurkan untuk belanja kompensasi dan subsidi telah menyentuh angka Rp203,7 triliun. Jumlah ini setara dengan 45,6 persen dari total pagu yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kebijakan fiskal ini sengaja difokuskan agar harga barang-barang kebutuhan pokok yang disubsidi tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat luas.


Dilansir dari Metro TV News, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa dari total anggaran yang terserap tersebut, alokasi untuk belanja subsidi tercatat sebesar Rp94,8 triliun, sedangkan untuk kompensasi mencapai Rp108,9 triliun. Melalui konferensi pers APBN KiTa Edisi Juni 2026 di Jakarta, Menkeu memastikan bahwa intervensi keuangan ini sangat krusial dalam meredam gejolak ekonomi di tingkat rumah tangga. 
“Belanja subsidi dan kompensasi dipastikan tetap bisa menjaga daya beli masyarakat,” ujar Purbaya.


Ada yang berbeda pada tata kelola keuangan negara di tahun ini, di mana pemerintah resmi mengubah pola pembayaran kompensasi. Jika pada tahun-tahun sebelumnya pembayaran baru dirampungkan di akhir tahun, kini sebanyak 70 persen kompensasi langsung dibayarkan setiap bulan, sementara sisanya yang 30 persen akan dievaluasi dan dibayarkan pada bulan September. Langkah strategis ini diambil demi menjaga kesehatan arus kas perusahaan penyalur seperti PT Pertamina (Persero). 
“Ini juga dilakukan atas petunjuk Bapak Presiden Prabowo Subianto. Jadi, pemerintah terus menjaga kesediaan barang dengan harga bersubsidi,” tambahnya.


Hingga menjelang pertengahan tahun ini, pasokan komoditas bersubsidi pun terus dipastikan aman dan mengalami pertumbuhan positif. Beberapa sektor utama yang tercakup meliputi penyaluran BBM dan LPG 3 kilogram, subsidi listrik untuk puluhan juta pelanggan, pasokan pupuk bagi petani yang melonjak signifikan, hingga penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi jutaan debitur. 
Bersamaan dengan itu, belanja pemerintah pusat secara keseluruhan juga menunjukkan tren pertumbuhan yang sangat pesat dengan realisasi mencapai Rp1.059,3 triliun.

iconLangganan

ke Newsletter