Penanganan Pasca-Gempa NTT, TNI Kerahkan Kapal Rumah Sakit dan 5 KRI

JATENGPEDIA.ID - TNI Angkatan Darat mengerahkan kapal rumah sakit ADRI XC II BM menuju kawasan terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur sejak Rabu, 19 Agustus 2026. Armada militer tersebut dikirim lengkap dengan perlengkapan kamar operasi serta tim medis khusus guna menangani para korban yang membutuhkan tindakan darurat di lokasi bencana.
Dilansir dari CNN Indonesia, pengiriman bantuan medis ini didampingi oleh penyaluran berbagai logistik penting, mulai dari ambulans, tandon air bersih, tenda penampungan, hingga puluhan ton bahan pangan pokok. Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak menegaskan komitmen penanganan jangka panjang tersebut.
"Kita harus punya napas panjang. Kalau hanya one hit kirim selesai, saya kira penderitaan saudara-saudara kita akan berlanjut sampai beberapa bulan ke depan," tegasnya.
Langkah tanggap darurat ini juga diperkuat oleh jajaran TNI Angkatan Laut yang memobilisasi lima armada Kapal Republik Indonesia (KRI) serta dua helikopter ke titik-titik krisis di NTT. Pengerahan kekuatan laut ini bertujuan untuk menjamin kelancaran jalur distribusi logistik antarpulau serta mendukung evakuasi warga yang terisolasi.
Beberapa armada KRI yang diterjunkan antara lain KRI dr. Soeharso-990 yang membawa ratusan prajurit Korps Marinir, alat-alat berat, dan fasilitas rumah sakit lapangan menuju Reo, Manggarai. Selain itu, pengerahan helikopter dari unsur udara Puspenerbal turut dimaksimalkan untuk menembus rute-rute sulit demi menyalurkan bantuan bahan pangan secara langsung.
Langkah cepat konsolidasi militer lintas matra ini menjadi krusial di tengah melonjaknya dampak kerusakan akibat gempa berkekuatan M 7,7 tersebut. Berdasarkan data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana, jumlah korban jiwa akibat bencana alam di wilayah Flores dan sekitarnya saat ini telah mencapai 71 orang meninggal dunia.













