Mencari

Pendaki Remaja Asal Brebes Tewas Terperosok ke Dalam Kawah Gunung Slamet

Pendaki Remaja Asal Brebes Tewas Terperosok ke Dalam Kawah Gunung Slamet

download - 2026-08-19T085732.515
JATENGPEDIA.ID - Duka mendalam menyelimuti kegiatan pendakian di Jawa Tengah setelah seorang remaja bernama M. Fahri Maulana (16) dilaporkan tewas akibat terjatuh ke dalam kawah Gunung Slamet pada Selasa (18/8/2026). Korban yang merupakan warga Sirampog, Kabupaten Brebes, mengalami insiden nahas tersebut saat tengah menikmati pemandangan di area puncak. Pihak tim SAR gabungan langsung bergerak cepat mengerahkan personel ke lokasi kejadian begitu menerima laporan mengenai adanya pendaki yang terperosok ke jurang kawah.

 

Dilansir dari detikJateng, korban diketahui memulai pendakian bersama rombongannya dari Basecamp Sawangan, Tegal, sejak Senin lalu. Peristiwa tragis itu terjadi ketika rombongan hendak bersiap untuk turun, namun korban masih menyempatkan diri duduk santai di area yang cukup rawan. Mengenai kronologi jatuhnya korban, Kepala Kantor SAR Semarang, Budiono, memaparkan, "setelah muncak, rombongan turun tapi korban masih duduk santai di bibir kawah, tiba-tiba tanah tempat berpijak luruh ambrol membuat korban terjatuh ke kawah."

 

Gugurnya tebing tanah secara mendadak itu membuat korban langsung terperosok ke kedalaman kawah yang cukup curam. Budiono menambahkan bahwa korban jatuh hingga kedalaman puluhan meter dan dipastikan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh saksi mata. 

 

"Perkiraan survivor berada di kedalaman sekitar 15 sampai 20 meter. Informasi yang kami terima, pendaki yang melihat langsung menyampaikan survivor sudah tidak bergerak," jelasnya.

 

Merespons laporan tersebut, tim penyelamat bergegas menyusun strategi dan menerjunkan personel tambahan untuk mempercepat proses evakuasi dari bibir kawah. Mengenai pengerahan tim dan peralatan keselamatan, Koordinator Lapangan Operasi SAR, Handika Hengky, mengonfirmasi, "saat ini kita menerjunkan tiga tim untuk menuju ke atas, ke kawah Gunung Slamet." 

 

Petugas di lapangan dilengkapi dengan peralatan mountaineering serta tabung pernapasan khusus guna mengantisipasi ancaman paparan gas beracun yang kerap muncul dari kawah aktif.

 

Meski evakuasi awal sempat dijadwalkan berlangsung lebih lambat, perubahan dinamika cuaca dan kondisi di lapangan membuat tim SAR langsung mengambil tindakan penanganan sejak Selasa malam. Tim aju yang berhasil menembus puncak Gunung Slamet pada sore hari memanfaatkan sisa pencahayaan yang ada untuk segera mengangkat tubuh korban. Proses evakuasi jenazah remaja tersebut mendapat pengawalan ketat hingga tiba di titik aman untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga.

 

iconLangganan

ke Newsletter