Mencari

Presiden Prabowo Optimistis Swasembada Pangan Indonesia Semakin Tangguh

Presiden Prabowo Optimistis Swasembada Pangan Indonesia Semakin Tangguh

images (31)
JATENGPEDIA.ID - Pemerintah kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan pada Kamis, 25 Juni 2026. Di hadapan ratusan ribu petani, nelayan, serta pelaku usaha sektor pertanian yang berkumpul dalam acara puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa posisi Indonesia kini semakin diperhitungkan di kancah global. 

Di tengah ancaman krisis pangan yang menghantui berbagai belahan dunia, Indonesia justru dinilai berada di jalur yang benar karena perlahan mampu memberikan bantuan logistik ke sejumlah negara tetangga.

Dilansir dari Metrotvnews.com, keberhasilan ini dibuktikan dengan adanya permintaan komoditas strategis seperti jagung, beras, hingga pupuk dari luar negeri. Bahkan, Presiden Prabowo membagikan ceritanya saat dihubungi langsung oleh Perdana Menteri Australia yang berniat membeli surplus pupuk dari tanah air. Kebijakan sektor agraria ini pun ditekankan harus terus berpihak pada kesejahteraan para pekerja lapangan di sektor hulu.

"Asal harganya benar. Petani jangan rugi," tutur Presiden Prabowo.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melaporkan berbagai indikator positif yang berhasil dicapai selama masa pemerintahan saat ini. Kesejahteraan para petani diklaim menyentuh level tertinggi dalam kurun waktu 34 tahun terakhir dengan angka Nilai Tukar Petani (NTP) yang menembus 127, serta pertumbuhan ekonomi sektor pertanian yang melesat hingga 5,74 persen. 

Tidak hanya itu, Mentan Amran juga menyoroti kebijakan penurunan harga pupuk sebesar 20 persen yang dinilai sebagai sejarah baru sejak Indonesia merdeka, di samping adanya penyederhanaan birokrasi dalam rantai distribusinya.

Selain fokus pada pemenuhan kebutuhan pangan pokok, pemerintah kini tengah menggenjot program hilirisasi komoditas perkebunan, salah satunya lewat rencana peluncuran program B50 untuk kelapa sawit pada bulan Juli mendatang. 

Upaya perlindungan juga diberikan kepada para petani sawit dengan melakukan pengawasan ketat terhadap ratusan perusahaan yang tidak mematuhi penyesuaian harga tandan buah segar (TBS). Atas dedikasi dan berbagai kebijakan yang berpihak pada sektor agraria ini, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional turut menganugerahkan penghargaan Lencana Emas Adibakti Tani Nelayan Maha Utama kepada Kepala Negara.

 

iconLangganan

ke Newsletter