Mencari

Sektor Industri Bergerak Maju, Elnusa Petrofin Mulai Distribusikan Biosolar B50

Sektor Industri Bergerak Maju, Elnusa Petrofin Mulai Distribusikan Biosolar B50

images (20)-1
JATENGPEDIA.ID - PT Elnusa Petrofin secara resmi memulai penyaluran perdana bahan bakar Biosolar Industri B50 melalui fasilitas Fuel Terminal Indonesia Bulk Terminal (IBT) Pulau Laut di Kalimantan Selatan pada hari Jumat, 3 Juli 2026. 

Langkah strategis dari anak usaha PT Elnusa Tbk yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina ini dilakukan untuk menyokong penuh program mandatori energi bersih nasional di sektor industri. Rantai pasok ini diawali dengan penerimaan pasokan bahan baku Fatty Acid Methyl Ester (FAME) khusus B50 lewat kapal tangki pada tengah pekan, yang kemudian dilanjutkan dengan pengapalan perdana untuk konsumen industri keesokan harinya. 

"Program mandatori B50 merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri. Elnusa Petrofin bangga dapat menjadi bagian dari ekosistem Pertamina Group dalam mendukung penyaluran perdana Biosolar Industri B50," tutur Direktur Utama Elnusa Petrofin, Doni Indrawan.

"Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan operational excellence dan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) yang unggul dalam setiap aktivitas operasional." Tambahnya.

Dilansir dari Metrotvnews.com, kesuksesan distribusi energi terbarukan ini sekaligus memperlihatkan kematangan infrastruktur serta kapabilitas operasional perusahaan dalam mendukung program dekarbonisasi dan transisi energi global yang digagas oleh Pertamina Group. Pemanfaatan bauran bahan bakar nabati (biofuel) berskala besar ini diharapkan mampu menciptakan nilai tambah yang signifikan bagi industri kelapa sawit di dalam negeri. Selain itu, perluasan penggunaan B50 juga diproyeksikan menjadi solusi efektif jangka panjang untuk memangkas ketergantungan finansial terhadap impor bahan bakar fosil dari luar negeri demi menciptakan stabilitas ekonomi nasional yang lebih mandiri.

Dalam proses pengolahannya, Fuel Terminal IBT Pulau Laut memanfaatkan pasokan solar murni dan FAME untuk dicampur secara presisi sebelum didistribusikan ke konsumen skala besar, khususnya di sektor industri pertambangan. Untuk menjamin mutu dan efisiensi, fasilitas terminal logistik ini telah mengadopsi sistem mutakhir berupa teknologi Automatic Inline Blending (ILB) yang mampu melakukan pencampuran komponen biodiesel secara otomatis langsung di dalam jalur pipa pengisian. Dengan kemampuan kapasitas alir yang sangat besar mencapai 250 hingga 1.000 kiloliter per jam, teknologi ini memastikan seluruh hasil pencampuran tetap akurat dan memenuhi standar kualitas ketat yang dipersyaratkan oleh pemerintah.

Melalui keberhasilan operasional di Kalimantan Selatan ini, Pertamina Group membuktikan komitmennya dalam mempercepat bauran energi baru terbarukan di tanah air sejalan dengan target penurunan emisi karbon nasional. Elnusa Petrofin selaku garda depan distribusi energi bertekad untuk terus memperkuat fondasi bisnisnya melalui inovasi teknologi berkelanjutan guna memastikan pasokan energi ramah lingkungan tetap terjaga. 

"Elnusa Petrofin menyatakan akan terus memperkuat perannya melalui pengembangan infrastruktur, inovasi teknologi, dan tata kelola operasional yang berorientasi pada keberlanjutan." Pungkasnya.

 

iconLangganan

ke Newsletter