Mencari

Sinergi Tri Pusat Pendidikan: Kunci Bentuk Karakter Generasi Emas 2045

Sinergi Tri Pusat Pendidikan: Kunci Bentuk Karakter Generasi Emas 2045

download (18)
JATENGPEDIA.ID - Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat berkolaborasi dengan Institut Sarinah menyelenggarakan sebuah diskusi interaktif untuk menghidupkan kembali konsep tri pusat pendidikan sebagai fondasi utama dalam mencetak manusia Indonesia yang berkarakter utuh pada Jumat, 26 Juni 2026. Mengusung tema "Menghidupkan Kembali Tri Pusat Pendidikan", agenda ini menggarisbawahi betapa pentingnya membangun keselarasan peran antara institusi keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Kerja sama tripartit ini dinilai krusial agar dunia pendidikan nasional mampu beradaptasi di tengah gempuran transformasi sosial serta perkembangan zaman yang serbadigital.

Dilansir dari Metro TV, forum diskusi tersebut membedah beragam problematika pelik yang sedang membayangi dunia pendidikan saat ini. Beberapa isu hangat yang menjadi sorotan di antaranya adalah meningkatnya fenomena gangguan kesehatan mental pada pelajar, merosotnya kualitas interaksi sosial antarindividu, hingga disrupsi teknologi berupa kecerdasan buatan (AI). Menanggapi dinamika tersebut, Lestari Moerdijat menegaskan bahwa urusan mendidik generasi muda tidak bisa lagi dibebankan secara sepihak kepada sekolah semata, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif yang harus dipikul bersama.

Perempuan yang akrab disapa Rerie ini juga mendorong adanya keterlibatan nyata dari para orang tua untuk lebih peka terhadap kondisi psikologis dan kebutuhan tumbuh kembang anak-anak mereka. 

"Diperlukan adanya pemahaman baik dari orang tua itu sendiri mengenai kondisi dan keadaan anak-anaknya, sehingga bisa membantu mendidik dan mempersiapkan pendidikan yang tepat. Ini yang barangkali satu catatan dari kami, mungkin masih harus didalami, apakah memang betul demikian kira-kira. Kalau memang betul demikian seperti apa sebetulnya keterlibatan masyarakat dan khususnya orang tua secara lebih konkret," ujar Lestari.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Institut Sarinah, Eva Sundari, ikut membeberkan fakta bahwa kualitas pendidikan di tanah air saat ini masih terganjal oleh rendahnya tingkat literasi masyarakat. Menurutnya, buah pemikiran Ki Hadjar Dewantara mengenai konsep tri pusat pendidikan harus dikemas ulang secara lebih adaptif dengan memasukkan unsur ruang digital sebagai bagian dari lingkungan sosial modern saat ini. Penguatan di sektor digital ini diharapkan bisa menyaring dampak negatif teknologi sekaligus memaksimalkan potensi edukatifnya.

Melalui ruang dialog ini, para peserta yang hadir juga menaruh harapan besar agar pembahasan mengenai Rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas) tidak hanya berkutat pada persoalan birokrasi dan administratif semata. Kebijakan baru tersebut dituntut harus mampu memperkokoh aspek nilai-nilai karakter dasar, moralitas, serta jati diri kebudayaan bangsa. Sinergi yang kuat dan aplikatif dari seluruh elemen ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam melahirkan generasi unggul demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter