Mencari

#TegukIlmu: Cara Gen Z Semarang Dekatkan Wedang Rempah Legendaris ke Generasi Muda

#TegukIlmu: Cara Gen Z Semarang Dekatkan Wedang Rempah Legendaris ke Generasi Muda

Screenshot_20260626_110421_Gallery.jpg
JATENGPEDIA.ID - Delapan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Semarang (USM) yang tergabung dalam kelompok RAMUKARYA resmi meluncurkan kampanye digital bertajuk #TegukIlmu, sebuah gerakan dokumentasi dan komunikasi pengetahuan lokal jamu racikan tradisional di Kota Semarang pada Jumat (26/6/2026). Kampanye ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah Relasi Internal dan Eksternal yang diampu oleh Arif Hidayat, S.I.Kom., M.I.Kom.

 

Warung Wedang Rempah Mbah Jo yang berlokasi di Jalan Menteri Supeno 1, Semarang, dipilih sebagai objek riset utama kampanye ini. Warung yang telah berdiri sejak 1996 tersebut dikenal sebagai salah satu pelopor minuman wedang rempah racikan di Kota Semarang, menyajikan perpaduan jahe, kencur, temulawak, kunir, dan berbagai rempah pilihan yang diracik secara manual setiap harinya tanpa resep tertulis.

 

Almira Lathiifa (20), salah satu anggota RAMUKARYA, mengungkapkan alasan di balik pemilihan warung tersebut sebagai objek riset. "Kami memilih tempat ini sebagai objek riset karena memiliki nilai histori yang tinggi dan sudah berdiri sejak tahun 1996," ujarnya.

 

Lebih dari sekadar tugas akademik, RAMUKARYA memandang kampanye ini sebagai respons nyata terhadap persoalan komunikasi yang selama ini luput dari perhatian yakni pengetahuan lokal di balik jamu racikan yang tidak pernah terdokumentasi secara formal. Melalui pendekatan human storytelling, kelompok ini menempatkan peracik jamu bukan sebagai objek dokumentasi semata, melainkan sebagai protagonis yang pengetahuannya layak didengar dan diabadikan.

 

Pemilik warung, Tugiyo atau yang akrab disapa Mbah Jo (66), menyambut antusias kehadiran tim RAMUKARYA. Dengan bangga, ia bercerita tentang perjalanan panjang usahanya. "Mbah Jo punya ciri khas karena dulu waktu awal-awal menciptakan minuman jahe rempah di Kota Semarang. Ini Mbah Jo orangnya!" ujarnya sembari tersenyum.

 

Semangat Mbah Jo itulah yang menjadi ruh dari kampanye #TegukIlmu  bahwa di balik setiap gelas wedang rempah yang tersaji, tersimpan sistem pengetahuan lokal yang kompleks, dibangun selama tiga dekade, namun belum pernah punya narasi yang layak untuk sampai ke generasi muda.

 

Kampanye #TegukIlmu berjalan sepanjang Juni 2026 melalui platform Instagram dan YouTube, menampilkan konten edukasi berbasis storytelling, video pendek, hingga video dokumenter berdurasi minimal 10 menit yang merekam langsung proses meracik, wawancara narasumber, dan suasana autentik warung Mbah Jo. Seluruh kegiatan dipantau menggunakan Google Analytics dan Instagram Insights untuk mengukur dampak kampanye secara terukur.

 

RAMUKARYA berharap kampanye ini tidak berhenti sebagai proyek akademik semata, tetapi menjadi langkah awal yang nyata dalam membangun kesadaran kolektif bahwa pengetahuan lokal seperti yang tersimpan di warung Mbah Jo adalah warisan intelektual bangsa yang harus diselamatkan sebelum terlambat.

"Di balik setiap tegukan, ada ilmu yang menunggu untuk didengar." 

iconLangganan

ke Newsletter