Mencari

Kata kunci yang disarankan:

Strategi Trump Matikan Langkah Ekonomi Iran

Strategi Trump Matikan Langkah Ekonomi Iran

TRUMP
JATENGPEDIA.IDPresiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengguncang stabilitas geopolitik di Timur Tengah melalui pernyataan kontroversial terkait kekuatan militer Iran. Dalam sebuah keterangan terbaru pada Senin (13/4/2026). Trump menyatakan bahwa kekuatan maritim Iran telah mencapai titik nadir dan tidak lagi menjadi ancaman nyata bagi stabilitas kawasan. 

"Gencatan senjata berjalan dengan baik. Militer mereka (Iran) hancur. Seluruh Angkatan Laut mereka tenggelam. Anda tahu itu, 158 kapal hilang," ujar Trump 

Pernyataan ini bukan sekadar gertakan biasa. Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat bersama dengan beberapa negara sekutu lainnya akan memberlakukan blokade maritim yang mulai efektif pada pukul 10 pagi keesokan harinya. Fokus utama dari langkah ekstrem ini sangat jelas yaitu menutup keran ekonomi Iran dengan cara memastikan negara tersebut tidak bisa lagi menjual minyak ke pasar internasional.

Trump meyakini bahwa blokade ini akan menjadi langkah yang sangat efektif untuk melumpuhkan kekuatan finansial Teheran. Menariknya di tengah ketegangan yang meningkat, ia justru menonjolkan kemandirian energi Amerika Serikat. Menurutnya, AS kini berada di posisi yang jauh lebih kuat berkat kebijakan pengeboran minyak domestik yang masif.

"Kita memiliki lebih banyak minyak karena 'drill, baby, drill'. Kita memiliki lebih banyak minyak daripada Rusia dan Arab Saudi digabungkan," tambahnya.

Menurut Trump, banyak kapal yang kini mulai beralih menuju Amerika Serikat untuk mengisi kebutuhan minyak mereka, alih-alih melewati Selat Hormuz yang kian rawan. Kondisi ini diprediksi akan mengubah peta distribusi energi global secara signifikan dalam waktu dekat.

Dunia kini menanti dampak nyata dari blokade yang dijadwalkan mulai berlaku besok. Akankah langkah ini benar-benar mampu "menjinakkan" Iran, atau justru akan memicu gejolak baru yang lebih besar di kawasan paling sensitif di dunia tersebut?

iconLangganan

ke Newsletter