Sumatra Membara, BMKG Deteksi Hampir Enam Ribu Titik Panas Tersebar di 10 Provinsi

JATENGPEDIA.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mendeteksi sebanyak 5.983 titik panas (hotspot) yang tersebar di Pulau Sumatra per Rabu, 16 September 2026. Dari pantauan yang diperbarui hingga Selasa pagi pukul 07.00 WIB, Provinsi Sumatra Selatan tercatat menjadi wilayah penyumbang titik panas terbanyak dengan jumlah mencapai 4.169 titik.
Dilansir dari Metrotvnews.com, titik panas lainnya terdistribusi di sejumlah daerah, seperti Jambi sebanyak 735 titik, Kepulauan Bangka Belitung 446 titik, Lampung 378 titik, Riau 115 titik, dan Bengkulu 74 titik. Prakirawan BMKG Pekanbaru, Putri Santy S, menyampaikan rincian sebaran di wilayah Sumatra lainnya.
"Adapun wilayah Sumatra lainnya yang terpantau memiliki titik panas yakni Sumatera Barat 46 titik, Sumatera Utara (14), serta Kepulauan Riau (5), dan Aceh (1)," tutur Putri.
Khusus untuk wilayah Provinsi Riau, 115 titik panas teridentifikasi tersebar di enam daerah, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Indragiri Hulu yakni 84 titik, disusul Indragiri Hilir 16 titik, Kuantan Singingi enam titik, Pelalawan lima titik, Rokan Hilir dua titik, serta Dumai dan Rokan Hulu masing-masing satu titik. Maraknya titik panas ini turut memicu kemunculan kabut asap yang mulai mengganggu mobilitas warga. Putri menjelaskan perihal keterbatasan visibilitas tersebut.
"Sementara Pelalawan memiliki jarak pandang 2,5 kilometer dan Tambang sekitar empat kilometer dengan asap," ujarnya.
Kondisi kualitas udara dan jarak pandang di Riau saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh karhutla di wilayah setempat, melainkan juga mendapat imbas kiriman dari daerah tetangga. Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Warjono, membeberkan bahwa pergerakan angin membawa asap dari kawasan selatan masuk ke perairan dan daratan Riau.
Mengenai fenomena asap lintas wilayah tersebut, Warjono menegaskan dampaknya terhadap atmosfer Riau.
“Berdasarkan pola angin dan citra sebaran asap yang kami pantau, terdapat potensi kiriman asap dari wilayah di sebelah selatan Riau. Karena asap bergerak mengikuti arah angin, kondisi yang terpantau di Riau tidak hanya dipengaruhi sumber yang berada di dalam wilayah Riau,” paparnya.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus mewaspadai penurunan kualitas udara seiring tingginya intensitas kebakaran lahan di Sumatra.













