Mencari

Tanggap Darurat Rob Pati: Perbaikan Infrastruktur Dipercepat, Bantuan Logistik Mulai Disalurkan

Tanggap Darurat Rob Pati: Perbaikan Infrastruktur Dipercepat, Bantuan Logistik Mulai Disalurkan

download (13)
JATENGPEDIA.ID - Langkah cepat diambil oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengatasi musibah banjir rob yang merendam pemukiman warga di Desa Tunggulsari, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, pada Rabu, 24 Juni 2026. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan bahwa proyek rehabilitasi tanggul yang jebol sepanjang 450 meter akan menjadi fokus utama dalam target penanganan jangka pendek. Upaya darurat ini dinilai sangat mendesak agar limpasan air laut tidak terus-menerus mengalir masuk dan menenggelamkan wilayah pemukiman serta area produktif milik masyarakat sekitar.

Dilansir dari laporan Metro TV, Keputusan strategis tersebut diambil setelah orang nomor satu di Jawa Tengah itu meninjau langsung titik lokasi bencana. Untuk merealisasikan perbaikan tanggul penahan air tersebut, Pemprov Jateng dilaporkan telah mengalokasikan dana khusus sebesar Rp400 juta. Infrastruktur penahan ini diharapkan dapat segera rampung dalam waktu dekat agar kondisi lingkungan warga bisa kembali kering dan aman dari ancaman pasang surut air laut.

Di samping fokus pada pembenahan fasilitas fisik, pemerintah daerah juga langsung menyalurkan berbagai kebutuhan dasar untuk meringankan beban para korban terdampak. Paket bantuan yang didistribusikan meliputi pasokan logistik pangan, obat-obatan, hingga perlengkapan sekolah untuk anak-anak dengan total nilai mencapai Rp316 juta. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Ahmad Luthfi meminta jajaran perangkat desa setempat untuk mengawal ketat proses distribusi agar bantuan bisa segera sampai ke tangan warga secara merata dan tepat sasaran.

Sementara itu, untuk penataan kawasan pesisir dalam jangka panjang, Pemprov Jateng bersama Pemkab Pati tengah merumuskan cetak biru penanggulangan yang lebih kokoh dan berkelanjutan. Rencana strategis tersebut nantinya akan melibatkan pemerintah pusat dalam membangun infrastruktur pemecah gelombang, kajian mendalam untuk mendirikan tanggul permanen, serta gerakan penghijauan kembali lewat penanaman pohon mangrove. Kehadiran jajaran pemerintah ke lokasi bencana ini menjadi secercah harapan bagi ratusan kepala keluarga di Tayu agar roda aktivitas ekonomi mereka bisa segera berputar normal kembali.

 

iconLangganan

ke Newsletter