Tingkatkan Kompetensi Guru, PERGUNU dan USM Dorong Pemanfaatan AI di Dunia Pendidikan

JATENGPEDIA.ID – Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) bekerja sama dengan Universitas Semarang (USM) sukses menggelar pelatihan bertema “Transformasi Sumber Belajar Konvensional menjadi Sumber Belajar Cerdas, Interaktif, dan Personal dengan NotebookLM” di Gedung Menara USM pada Sabtu, 24 Oktober 2025
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 60 guru-guru NU dari berbagai daerah dan bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan Kecerdasan Buatan (AI) untuk inovasi pembelajaran di era digital.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Komisi E DPRD Jawa Tengah, H. Zainudin sekaligus membuka kegiatan pelatihan.
Dalam sambutannya, H. Zainudin mengapresiasi langkah PERGUNU dan USM yang bergerak cepat mengadaptasi teknologi AI untuk dunia pendidikan.
Menurutnya, guru NU harus menjadi garda terdepan dalam menjaga tradisi sekaligus menguasai teknologi.
"Guru NU tidak boleh tertinggal, tradisi keilmuan pesantren harus kita jaga, tapi teknologi harus kita kuasai. Pelatihan seperti ini adalah ikhtiar nyata untuk mencerdaskan anak bangsa," ujar H. Zainudin.
Pelatihan menghadirkan dua narasumber ahli di bidangnya yaitu Dr. Saiful Hadi, M.Kom., selaku Direktur Kemahasiswaan sekaligus Direktur USM TV Universitas Semarang dan Trainer Artificial Intelligence and Innovative Immersive Technologies for Education dari Flinders University, Australia A. Taufik, S.Pd.I., M.Pd.
Kedua narasumber membedah tuntas pengenalan NotebookLM, cara pengelolaan sumber data, hingga optimalisasi untuk kebutuhan akademik.
Menurut Dr Saiful bahwa saat ini AI berkembang dengan pesat, AI membantu pekerjaan kita namun harus kita kendalikan jangan AI yang mengndalikan manusia.
“Dengan adanya AI pekerjaan guru, dosen sangat terbantu, namun jangan sampai keberdaan AI ini menjadi boomerang bagi kita artinya digunakan untuk kepentingan yang tidak semestinya misal untu kmenjatuhkan lawan politik dengan cara membuat video atau gambar dari Ai yang tidak sesuai dengan kenyataan,” ungkap Saiful.
Saiful menambahkan bahwa AI hanya tools atau alat bantu, selebihnya kita yang akan mengendalikannya, jadi AI sebatas alat bantu bukan sepenuhnya menyelesaikan pekerjaan.
Lebih lanjut Ahmad Taufik mempraktikkan secara langsung bagaimana mengubah materi konvensional yang membosankan menjadi media yang luar biasa mulai dari Slide Deck otomatis, Mind Map, Infografis, Podcast Audio Overview, Video Overview, hingga pembuatan Quiz, Flash Card, dan Data Table asesmen secara instan.
“Dengan adanya AI ini bagi guru ketika menyiapkan materi yang biasanya membutuhkan waktu berhari-hari untuk disiapkan, kini bisa diselesaikan hanya dalam hitungan menit dengan bantuan NotebookLM yang sumbernya tetap valid dan berbasis dokumen guru sendiri,” pungkas Ahmad Taufik.
Melalui kerja sama strategis antara PERGUNU dan Universitas Semarang ini, diharapkan lahir guru-guru NU yang tidak hanya alim dan berakhlak, tetapi juga adaptif, inovatif, dan melek teknologi untuk mewujudkan pendidikan yang cerdas dan menyenangkan.













