Mencari

Tumbuhkan Karakter dan Cinta Tanah Air, SDN Tlogosari Wetan 01 Gelar Peringatan Hari Santi

Tumbuhkan Karakter dan Cinta Tanah Air, SDN Tlogosari Wetan 01 Peringati Hari Santi

 

WhatsApp Image 2026-10-25 at 09.06.10
JATNEGPEDIA.ID – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di SDN Tlogosari Wetan 01 Semarang, Kamis (22/10/2026). Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Generasi Emas”, peringatan ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para peserta didik untuk belajar tentang nilai-nilai perjuangan, kepedulian, kebersamaan, dan cinta tanah air.

Berbagai kegiatan disiapkan untuk memeriahkan peringatan tersebut, mulai dari upacara Hari Santri, karnaval, bakti sosial, permainan tradisional, hingga menonton film inspiratif Sang Kiai. Setiap kegiatan menghadirkan pengalaman belajar yang berbeda, sekaligus mengajak anak-anak memahami bahwa nilai-nilai kebaikan dapat dipelajari melalui banyak cara, termasuk melalui kegiatan yang menyenangkan bersama teman-teman.

Dalam amanatnya sebagai pembina upacara, Mukhammad Rokhimin, S.Pd.I., M.Pd., mengajak para peserta didik untuk mengenal dan meneladani perjuangan para ulama dan santri yang telah berperan penting dalam menjaga agama, memperjuangkan kemerdekaan, serta mempertahankan keutuhan bangsa dan negara.

Menurutnya, semangat santri perlu terus ditanamkan dalam diri generasi muda. Menjadi generasi yang unggul bukan hanya tentang meraih prestasi akademik, tetapi juga tentang membangun akhlak, kemandirian, kepedulian, dan kecintaan terhadap tanah air.

“Anak-anak perlu tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak mulia, mandiri, unggul, mendunia, dan peduli terhadap sesama. Jangan sampai kita hanya mengejar kepintaran, tetapi lupa belajar menghargai orang lain, membantu teman yang membutuhkan, dan mencintai bangsa sendiri,” tuturnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap rangkaian kegiatan Hari Santri memiliki nilai pembelajaran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Upacara mengajarkan kedisiplinan dan nasionalisme, karnaval menumbuhkan kebersamaan, bakti sosial melatih kepekaan terhadap sesama, sedangkan permainan tradisional menjadi cara menyenangkan untuk mengenalkan kembali kekayaan budaya bangsa. Sementara itu, film Sang Kiai mengajak peserta didik mengenal keteguhan hati, keberanian, dan semangat perjuangan para tokoh bangsa.

Bagi Rokhimin, pendidikan karakter tidak cukup hanya disampaikan melalui nasihat di dalam kelas. Nilai-nilai tersebut perlu dihadirkan melalui pengalaman nyata agar anak-anak dapat memahami, merasakan, dan perlahan membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Generasi emas bukan sekadar generasi yang pintar atau memiliki banyak prestasi. Lebih dari itu, generasi emas adalah generasi yang memiliki karakter kuat, berakhlak mulia, mampu menghargai perbedaan, serta kehadirannya membawa manfaat bagi orang lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SDN Tlogosari Wetan 01 Semarang, Eni Murdhiati, M.Pd., dalam kegiatan di tempat berbeda, turut menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan karakter di sekolah.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam Hari Santri perlu terus dihidupkan, bukan hanya ketika peringatan berlangsung, melainkan juga melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan peserta didik setiap hari. Sikap saling menghormati, membiasakan gotong royong, menjaga kerukunan, belajar mandiri, serta menunjukkan kepedulian kepada sesama merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter anak.

Ia berharap peringatan Hari Santri dapat memberikan pengalaman yang berkesan bagi peserta didik sekaligus menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan hanya bertujuan mengembangkan kemampuan akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang baik.

“Semoga semangat Hari Santri terus menginspirasi anak-anak untuk menjadi generasi yang beriman, berkarakter, menghargai perbedaan, mencintai budaya bangsa, dan siap memberikan kontribusi positif bagi negeri. Nilai-nilai kebaikan itu hendaknya tidak berhenti pada kegiatan hari ini, tetapi terus tumbuh dalam sikap dan perilaku mereka sehari-hari,” pungkasnya.

Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, SDN Tlogosari Wetan 01 Semarang berupaya menghadirkan pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan peserta didik. Melalui perpaduan kegiatan keagamaan, sosial, budaya, dan edukasi, sekolah ingin menanamkan pemahaman bahwa menjadi anak hebat tidak hanya berarti mampu meraih cita-cita, tetapi juga memiliki kepedulian, menghormati sesama, menjaga lingkungan, dan berbuat baik di mana pun berada.

Sebab, generasi emas tidak terbentuk dalam satu hari. Ia tumbuh dari kebiasaan-kebiasaan baik yang terus dipupuk, dari keteladanan orang dewasa, serta dari lingkungan pendidikan yang memberi ruang bagi anak-anak untuk belajar dan berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

 

iconLangganan

ke Newsletter