Mencari

Waspada Awan Panas, Semeru Catat Tiga Kali Letusan Dini Hari hingga Pagi

Waspada Awan Panas, Semeru Catat Tiga Kali Letusan Dini Hari hingga Pagi

images - 2026-10-12T113134.693
JATENGPEDIA.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali meningkat pada Senin, 12 Oktober 2026. Gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami tiga kali erupsi sejak dini hari hingga pagi hari. Pada letusan terakhir sekitar pukul 06.19 WIB, semburan abu vulkanik membumbung tinggi hingga 900 meter di atas puncak atau mencapai 4.576 meter di atas permukaan laut.

Dilansir dari Antara, abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal tersebut teramati bergerak mengarah ke barat daya. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menyampaikan bahwa erupsi pagi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berdurasi selama 110 detik. Rangkaian erupsi ini dimulai sejak pukul 01.45 WIB, lalu berlanjut pada pukul 04.39 WIB, hingga letusan ketiga di pagi hari.

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih dipertahankan pada Status Level III atau Siaga. Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, menegaskan agar warga mematuhi batas aman yang telah ditentukan.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga dilarang beraktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," tuturnya.

Selain zona Besuk Kobokan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melarang keras segala bentuk aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah utama. Peringatan ini dikeluarkan guna mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan warga di sekitar area puncak.

Masyarakat yang bermukim di sekitar lereng Semeru pun diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas guguran maupun lahar hujan. Potensi bahaya tersebut rentan terjadi di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, hingga anak-anak sungai di sekitarnya.

 

iconLangganan

ke Newsletter