Mencari

Bahas Kerja Sama Kampus Elite Inggris, Prabowo Panggil Mendiktisaintek ke Istana

Bahas Kerja Sama Kampus Elite Inggris, Prabowo Panggil Mendiktisaintek ke Istana

images (25)
JATENGPEDIA.ID - Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah pejabat negara ke Istana Kepresidenan Jakarta termasuk Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani. Kehadiran para menteri ini menarik perhatian media lantaran beberapa di antaranya datang secara bergantian sejak siang hari. Selain jajaran menteri, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo juga dilaporkan hadir lebih awal untuk menyerahkan laporan khusus kepada Presiden terkait pemadaman listrik bergilir di Pulau Jawa. Agenda pemanggilan strategis di Istana ini berlangsung pada Senin, 22 Juni 2026.

Menteri Rosan Roeslani yang tiba sekitar pukul 13.20 WIB tampak terburu-buru dan enggan berkomentar banyak mengenai isi pertemuan utamanya dengan Kepala Negara. Dilansir dari CNN Indonesia, Menteri Brian Yuliarto kemudian memberikan penjelasan bahwa kedatangannya ke Istana bertujuan untuk mendampingi akademisi asing dalam rangka menjajaki kolaborasi strategis di sektor pendidikan. 

"Ada mengantar profesor dari Imperial College terkait kerja sama Indonesia dengan Imperial College," ujar Brian.

Langkah penjajakan ini sejalan dengan komitmen pemerintah yang ingin memperluas akses pendidikan tinggi berstandar internasional bagi generasi muda di dalam negeri. Sebelumnya, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Dominic Jermey, sempat mengutarakan harapan besarnya agar asosiasi universitas riset elite Inggris yang tergabung dalam Russell Group bisa segera membuka cabang di Jakarta. Dukungan penuh dari Presiden Prabowo terhadap rencana ekspansi akademik ini dipandang sebagai sinyal hijau bagi penguatan hubungan bilateral kedua negara di bidang sains dan teknologi.

Sebagai informasi, Russell Group sendiri membawahi sekitar 24 kampus ternama dunia, termasuk University of Oxford dan Cambridge. Sejauh ini, beberapa universitas terkemuka asal Inggris memang sudah mulai menancapkan kuku akademiknya di tanah air, seperti King's College London yang beroperasi di Malang, serta Lancaster University di Bandung. Kehadiran jaringan kampus luar negeri tersebut diharapkan menjadi solusi alternatif bagi pelajar Indonesia untuk meraih gelar prestisius berskala global tanpa harus merogoh kocek lebih dalam untuk tinggal di luar negeri.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter