Baru Seumur Jagung dan Minim SDM, Badan Gizi Nasional ‘Outsource’ EO Senilai Rp113 Miliar

JATENGPEDIA.ID–Badan Gizi Nasional (BGN) adalah sebuah lembaga yang baru saja dibentuk pemerintah yang tengah menjadi sorotan publik pada Sabtu (18/4/2026). Pasalnya instansi ini menggelontorkan dana sebesar Rp113 miliar untuk menyewa jasa Event Organizer (EO) profesional guna mendukung operasional program-program masifnya di seluruh penjuru tanah air
Kepala BGN, Dadan Hindayana memberikan klarifikasi terkait alokasi anggaran yang terbilang fantastis tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah ini merupakan strategi darurat mengingat struktur internal lembaga yang ia pimpin masih sangat ramping.
Dalam sebuah sesi wawancara, Dadan menceritakan betapa barunya lembaga ini bahkan berkelakar mengenai momen pelantikannya yang belum didukung oleh tim teknis yang lengkap.
“Badan Gizi adalah badan baru ya. Karena badan baru, saya dulu dilantik sendirian. Bahkan tidak ada yang moto (memotret) saya,” ujar Dadan
Keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) inilah yang menjadi alasan utama BGN menggandeng pihak ketiga. Padahal di saat yang sama, lembaga ini dituntut untuk segera menjalankan berbagai kegiatan strategis mulai dari sosialisasi, bimbingan teknis bagi penjamah makanan, hingga rapat koordinasi tingkat provinsi yang melibatkan ribuan peserta secara serentak di berbagai daerah.
Dadan menegaskan bahwa pemilihan jasa EO tidak dilakukan secara sembarangan. Ada kriteria ketat yang harus dipenuhi untuk memastikan anggaran negara dikelola dengan benar dan hasil kegiatan maksimal.
“SDM kita belum cukup dan kegiatan kita harus jalan. Sosialisasi harus jalan, bimbingan teknis penjamah makanan yang demikian masif di berbagai provinsi harus jalan. Salah satu hal yang meringankan kita ketika SDM belum cukup dan kegiatan harus profesional, disiplin, optimal, dan taat anggaran yang paling memungkinkan adalah menggunakan jasa event organizer,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa vendor yang dipilih wajib terdaftar secara resmi di INAPROC dan memiliki sertifikasi MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Hal ini dianggap krusial untuk menangani mobilisasi ribuan orang secara terstruktur dan terukur.
Langkah "outsource" ini diharapkan dapat menjadi jembatan bagi BGN untuk tetap berlari kencang memenuhi target-target pemenuhan gizi nasional, sembari secara bertahap memperkuat fundamental organisasi di masa depan.













