Mencari

Basarnas Siaga Kirim Tim INASAR Pasca-Gempa Besar Melanda Venezuela

Basarnas Siaga Kirim Tim INASAR Pasca-Gempa Besar Melanda Venezuela

download (16)
JATENGPEDIA.ID - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menegaskan kesiapannya untuk menerjunkan tim pencarian dan pertolongan (SAR) ke Venezuela pada Jumat, 26 Juni 2026. Kesiapsiagaan ini disiapkan guna membantu mengevakuasi para korban terdampak gempa bumi setelah pemerintah Venezuela menetapkan status darurat nasional. Meskipun demikian, pengerahan personel rescue tersebut masih menunggu adanya instruksi dan keputusan resmi dari jajaran pemerintah pusat Indonesia.

Dilansir dari Medcom.id, kesiapan operasional ini disampaikan langsung oleh Deputi Operasi Basarnas, Edy Prakoso. Ia menjelaskan bahwa kesiapan tim penolong dari Indonesia selalu berada dalam posisi siaga jika mandat dari negara sudah diturunkan. 

"Jadi Basarnas selalu siap bila diminta untuk membantu evakuasi korban gempa di Venezuela atas keputusan pemerintah pusat," tutur Edy.

Indonesia sendiri diketahui memiliki tim penyelamat internasional khusus bernama INASAR (Indonesia Search and Rescue), yang mana personel Basarnas menjadi bagian penting di dalamnya. Tim INASAR ini telah mengantongi sertifikasi tingkat medium class dari INSARAG (International Search and Rescue Advisory Group). Keandalan dan jam terbang tim ini pun tidak perlu diragukan karena sebelumnya telah sukses diterjunkan dalam operasi kemanusiaan gempa bumi skala besar seperti di Turki dan Myanmar.

Hingga saat ini sistem pemantauan internal Basarnas mencatat belum ada pengajuan bantuan operasional SAR maupun kemanusiaan secara resmi dari pihak Venezuela kepada Indonesia. Komunikasi formal dari pihak kedutaan besar negara yang bersangkutan juga terpantau belum masuk. Meski begitu, Basarnas bergerak aktif mencari pemutakhiran data mengenai kondisi keamanan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menetap di sana dengan menghubungi perwakilan diplomatik terdekat. 

"Saya juga sudah menanyakan langsung ke KBRI di Brasil untuk mengonfirmasi apakah ada Warga Negara Indonesia (WNI) yang ikut terdampak oleh kejadian bencana tersebut," imbuh Edy.

Sebagai informasi tambahan, bencana alam ini dipicu oleh gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang wilayah Venezuela pada Rabu waktu setempat berdasarkan rilis data dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS). Dahsyatnya guncangan gempa dilaporkan merusak banyak bangunan tempat tinggal penduduk, meruntuhkan fasilitas umum, serta melumpuhkan jaringan listrik di sejumlah wilayah strategis, termasuk di pusat ibu kota negara, Caracas.


 

 

iconLangganan

ke Newsletter