BPBD Pasok 312 Ribu Liter Air Bersih untuk Ribuan Warga Bantul Terdampak Kekeringan

JATENGPEDIA.ID - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, menyalurkan sebanyak 312 ribu liter air bersih guna membantu warga yang dilanda krisis air di wilayahnya, Selasa (28/7/2026).
Bantuan pasokan air ini menyasar kawasan perbukitan dan dataran tinggi yang menjadi daerah paling terdampak selama musim kemarau tahun ini. Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyatakan bahwa potensi kekeringan hingga ancaman kebakaran lahan di wilayah-wilayah tinggi tersebut memang sudah dipetakan sejak awal.
Dilansir dari Metrotvnews.com, aksi pendistribusian air bersih yang dimulai sejak 20 Juni hingga 27 Juli 2026 ini telah menjangkau sekitar 650 kepala keluarga atau setara 2.619 jiwa. Bantuan disebar secara bertahap ke 12 dusun yang tersebar di lima kecamatan, meliputi Kecamatan Dlingo, Pajangan, Piyungan, Imogiri, hingga Pundong.
"Koordinasi dengan PMI, Tagana, pemerintah kapanewon, pemerintah kalurahan, serta para donatur juga terus diperkuat agar distribusi dapat dilakukan secara cepat sesuai kebutuhan masyarakat," ujar Antoni.
Penyaluran ratusan ribu liter air bersih tersebut dilakukan secara gotong royong melalui armadatangki milik berbagai instansi penanggulangan bencana dan elemen masyarakat. Dalam skema penanganan ini, PMI berkontribusi menyalurkan 19 tangki, disusul BPBD Bantul sebanyak 16 tangki, donatur swasta 14 tangki, serta Tagana sebanyak 13 tangki.
Kolaborasi lintas sektor ini terbukti efektif dalam memotong alur distribusi sehingga bantuan air bisa langsung menyasar titik-titik pemukiman yang membutuhkan.
Langkah penanganan dampak kemarau ini dipastikan akan terus bergulir seiring penetapan masa tanggap darurat yang masih berlaku di wilayah tersebut. Pemerintah daerah terus memperbarui pemetaan kebutuhan di lapangan demi menjaga pasokan air warga tetap terpenuhi secara berkelanjutan.
"Evaluasi juga kami lakukan, baik dalam memetakan kebutuhan air bersih di lapangan maupun status siaga darurat kekeringan yang berlaku hingga 25 September," tutup Antoni.













