Mencari

Dampak Kekeringan di Jawa Barat Meluas, Lebih dari 310 Ribu Warga Alami Krisis Air

Dampak Kekeringan di Jawa Barat Meluas, Lebih dari 310 Ribu Warga Alami Krisis Air

download - 2026-08-04T180824.016
JATENGPEDIA.ID - Bencana kekeringan dan krisis air bersih akibat musim kemarau dilaporkan terus meluas hingga melanda 21 kota dan kabupaten di wilayah Jawa Barat pada Selasa, 4 Agustus 2026. Data terbaru mencatat bahwa dampak fenomena alam ini telah dirasakan oleh puluhan ribu rumah tangga yang tersebar di ratusan wilayah pemukiman. Berdasarkan pendataan ketat petugas lapangan, dampak krisis air bersih ini telah menjangkau sebanyak 294 desa dan kelurahan di 133 kecamatan, dengan total warga terdampak mencapai 86.888 kepala keluarga atau setara 313.302 jiwa.

Menanggapi kondisi darurat tersebut, jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di seluruh kabupaten dan kota se-Jawa Barat langsung bergerak cepat menyalurkan pasokan air bersih secara masif ke daerah-daerah terdampak, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Upaya penanganan krisis ini terus dioptimalkan guna memenuhi kebutuhan dasar harian masyarakat. 

Mengutip keterangannya, Juru Bicara BPBD Jabar Hadi Rahmat mengonfirmasi, "Kekeringan dan krisis air bersih sudah terjadi di 294 desa dan kelurahan pada 133 kecamatan. Warga terdampak mencapai 86.888 kepala keluarga atau 313.302 jiwa," sembari menambahkan bahwa total bantuan air yang disalurkan saat ini telah menembus 6.227.800 liter.

Dari puluhan daerah yang terpapar kekeringan, Kabupaten Bogor mencatatkan diri sebagai kawasan dengan tingkat kerusakan dan dampak krisis paling parah. Di wilayah ini, tercatat ada 111 desa di 29 kecamatan yang mengalami kesulitan air, yang memengaruhi kehidupan 41.882 kepala keluarga atau sekitar 140.532 jiwa. Selain Kabupaten Bogor, dua wilayah lain yang juga dilaporkan mengalami kondisi kritis serupa adalah Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Bekasi.

Pihak BPBD menegaskan komitmennya untuk terus memprioritaskan armada pendistribusian air bersih ke seluruh lokasi terdampak secara berkelanjutan bersama instansi terkait. Di saat yang sama, masyarakat di daerah rawan diimbau untuk lebih bijak dalam memprioritaskan pemanfaatan air. 

"BPBD bersama instansi terkait akan terus mendistribusikan bantuan air bersih ke lokasi terdampak. Kami meminta warga untuk terus berhemat persediaan air yang ada," pungkasnya.


 

 

iconLangganan

ke Newsletter