Mencari

Dampak Kemarau Mulai Meluas, Belasan Ribu Warga Jawa Tengah Krisis Air Bersih

Dampak Kemarau Mulai Meluas, Belasan Ribu Warga Jawa Tengah Krisis Air Bersih

images (30)-1
JATENGPEDIA.ID - Bencana kekeringan mulai mengancam sejumlah wilayah di Jawa Tengah pada Kamis, 25 Juni 2026, yang membuat belasan ribu warga mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih. Berdasarkan data terbaru, dampak musim kemarau ini telah dirasakan oleh sedikitnya 16.258 jiwa atau sekitar 4.808 kepala keluarga yang tersebar di enam kabupaten. 

Sebagai langkah cepat untuk meringankan beban masyarakat, pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak memberikan bantuan darurat dengan menyalurkan ratusan ribu liter air bersih ke lokasi-lokasi yang paling parah terdampak.

Dilansir dari Medcom.id, wilayah yang mulai dilanda krisis air ini meliputi Kabupaten Klaten, Purbalingga, Banjarnegara, Cilacap, Jepara, dan Purworejo. Sulitnya mendapatkan air bersih memaksa sebagian warga untuk merogoh kocek lebih dalam demi membeli air dari pedagang keliling atau secara swadaya bersama tetangga karena sumur-sumur di rumah mereka sudah mulai mengering. 

Salah seorang warga Desa Gemuruh, Banjarnegara, bernama Asidah menceritakan bagaimana peliknya kondisi di lapangan demi memenuhi kebutuhan dapur harian mereka. 

"Setiap hari harus beli air untuk masak dan minum harga Rp16.000, sumur sudah kering dan sungai keruh," ujar Asidah.

Menanggapi situasi darurat ini, Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengonfirmasi bahwa pasokan air bersih sebanyak 654 ribu liter telah didistribusikan ke puluhan desa yang membutuhkan. Kabupaten Klaten tercatat menjadi daerah yang menerima suplai terbesar, yakni mencapai 553 ribu liter, sementara daerah lain menerima bantuan dengan volume bervariasi sesuai tingkat keparahannya. 

"Kita pastikan pelayanan distribusi air bersih akan tetap berjalan maksimal di tengah isu kenaikan harga BBM, apalagi kemarau diperkirakan masih akan berlangsung hingga September mendatang," tutur Bergas.

Tantangan ke depan diprediksi akan semakin berat mengingat ancaman kekeringan diperkirakan tidak hanya berhenti di enam kabupaten tersebut. Sejumlah wilayah lain di Jawa Tengah seperti Sukoharjo, Demak, Temanggung, hingga Kota Tegal bahkan sudah menetapkan status siaga darurat karena potensi perluasan dampak kemarau yang masih cukup tinggi. Guna mengantisipasi situasi yang memburuk, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sendiri mengklaim telah menyiagakan cadangan air bersih hingga 124 juta liter yang siap digelontorkan sewaktu-waktu ke berbagai daerah yang mengalami krisis.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter