Dari Teori ke Produk: Mahasiswa UIN Raden Mas Said-UDB Kupas Teknologi Daging

JATENGPEDIA.ID — Kolaborasi akademik antara Universitas Duta Bangsa (UDB) Surakarta dan UIN Raden Mas Said terus diperkuat. Kali ini Program Studi Teknologi Rekayasa Pangan UDB dan Prodi Teknologi Pangan UIN Raden Mas Said menggelar kuliah umum bertajuk “Pengolahan Daging dan Unggas” pada Selasa, 28 April 2026.
Bertempat di Kampus 2 UIN Raden Mas Said, Kartasura, suasana ruang kelas tampak hidup dengan kehadiran 52 mahasiswa semester IV. Mereka tampak antusias menyimak paparan materi yang disampaikan oleh Binardo Adi Seno Mawarno, S.TP., M.Sc, dosen dari Fakultas Sains dan Teknologi UDB Surakarta.
Dalam sesi tersebut, Binardo mengupas tuntas perjalanan teknologi pengolahan daging. Mulai dari teknik dasar penanganan daging segar dan beku, hingga proses produksi produk populer seperti nugget, sosis, kornet, hingga salami yang kini menjamur di pasar.
Binardo menekankan bahwa di tengah pesatnya industri pangan, mahasiswa tidak boleh hanya terpaku pada bangku teori. Mereka dituntut jeli melihat peluang inovasi, terutama pada produk berbasis protein hewani.
“Konsumsi daging di masyarakat terus meningkat, sejalan dengan tumbuhnya industri olahan daging di Indonesia. Karena itu, mahasiswa teknologi pangan perlu memahami bukan hanya aspek pengolahan modern, tetapi juga karakter bahan baku, keamanan pangan, hingga peluang inovasi produk yang memiliki nilai tambah,” ujar Binardo.
Diskusi menjadi semakin menarik saat pembahasan bergeser ke ranah pangan lokal. Binardo membawa contoh konkret seperti Sei Sapi khas NTT yang unik dengan aroma asap kayu kosambi, serta Wadi, olahan fermentasi daging tradisional dari Kalimantan yang menggunakan campuran garam dan beras sangrai.
Bagi Binardo, kekayaan pangan tradisional Indonesia bukan sekadar warisan budaya melainkan laboratorium sains yang sangat luas untuk diteliti lebih dalam secara ilmiah.
“Banyak produk lokal yang sesungguhnya memiliki konsep pengolahan yang sangat maju, hanya saja belum banyak dieksplorasi dalam perspektif sains pangan modern. Fermentasi pada wadi, misalnya, menunjukkan bagaimana mikroorganisme dapat berperan dalam pengawetan sekaligus membentuk karakter rasa yang unik. Ini adalah warisan pengetahuan pangan yang sangat berharga,” tambahnya.
Kegiatan pada Selasa, 28 April 2026 ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi akademik antara Universitas Duta Bangsa Surakarta dan UIN Raden Mas Said Surakarta dalam menghadirkan ruang belajar kolaboratif yang mempertemukan ilmu pengetahuan, praktik industri, dan kekayaan budaya pangan Nusantara.
“Kolaborasi antarkampus seperti ini penting untuk memperluas perspektif mahasiswa. Harapannya, mereka tidak hanya menjadi lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap potensi pangan lokal Indonesia sebagai bagian dari inovasi global,” tutup Binardo.













