Dukung Pendidikan Anak Kurang Mampu, Kementerian Hukum Hibahkan Lahan 6,3 Hektare Demi Proyek Sekolah Rakyat

JATENGPEDIA.ID - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas secara resmi menyerahkan aset tanah milik kementeriannya seluas 6,3 hektare untuk merealisasikan pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat pada Kamis, 18 Juni 2026. Langkah konkret ini diambil demi mempercepat penyediaan sarana edukasi bagi anak-anak dari kalangan keluarga pra-sejahtera agar bisa segera beroperasi dalam waktu dekat.
Otoritas terkait menegaskan bahwa agenda besar ini tidak sekadar menjadi program andalan jajaran kabinet baru, melainkan bentuk pengejawantahan langsung dari amanah konstitusi yang mewajibkan negara hadir mencerdaskan kehidupan seluruh lapisan masyarakat. Melalui penyerahan lahan strategis ini, pemerintah berharap fondasi utama bagi pemerataan hak belajar anak bangsa dapat semakin kokoh.
Dilansir dari Antara, pemanfaatan aset negara ini juga bersandar pada Pasal 31 dan Pasal 34 UUD 1945 yang mengatur kewajiban negara dalam memelihara kelompok rentan serta menjamin fasilitas pengajaran. Menteri Hukum menjelaskan bahwa ilmu pengetahuan merupakan instrumen krusial yang harus didapatkan oleh setiap warga negara tanpa terkecuali.
"Mudah-mudahan tanah yang pada hari ini akan kami serahkan ini betul-betul nanti bisa dimanfaatkan secepat mungkin, bisa dibangun dan kemudian bisa beroperasi Sekolah Rakyat," ujar Supratman.
Presiden Prabowo Subianto berkomitmen penuh untuk menjamin agar anak-anak dari latar belakang ekonomi lemah bisa memiliki peluang yang sejajar dengan yang lainnya dalam mengenyam pendidikan berkualitas tinggi. Kehadiran institusi ini dirancang khusus untuk memotong rantai kemiskinan dengan cara membuka akses pengembangan potensi diri bagi anak-anak yang selama ini kurang beruntung.
"Hari ini Bapak Presiden (Prabowo Subianto) ingin mewujudkan bahwa (pendidikan) itu adalah hak mereka dan negara yang harus menjamin," tambahnya.
Pihak kementerian juga menaruh rasa optimistis yang besar terhadap kompetensi dan bakat terpendam yang dimiliki oleh para calon siswa Sekolah Rakyat ke depannya. Pemerintah meyakini bahwa apabila iklim kompetisi dan kesempatan belajar diberikan secara adil tanpa memandang status sosial, setiap anak didik akan mampu mengukir prestasi yang membanggakan bagi tanah air. Menutup rangkaian prosesi serah terima tersebut, Supratman pun memberikan motivasi yang mendalam.
"Saya yakin suatu saat republik tercinta ini akan bangga kepada kalian. Kalau siapa pun diberi kesempatan yang sama di republik ini, semua bisa memberi kontribusi." Pungkasnya.













