Sikapi Gelombang Protes Mahasiswa, Luhut Minta Program Makan Bergizi Gratis Tidak Usah Diperdebatkan Lagi

JATENGPEDIA.ID - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, memberikan tanggapan santai terkait rentetan aksi demonstrasi mahasiswa yang mendesak pembatalan program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Kamis, 18 Juni 2026. Alih-alih merasa terganggu, ia justru mempersilakan publik maupun elemen pemuda untuk terus melayangkan kritik konstruktif. Baginya masukan dari masyarakat sangat diperlukan agar teknis pelaksanaan program unggulan tersebut dapat dievaluasi secara berkala dan berjalan dengan jauh lebih matang di lapangan. Luhut menilai perdebatan mengenai perlu atau tidaknya program ini dijalankan sudah sepatutnya disudahi agar energi bangsa tidak habis untuk berselisih paham.
"Jadi ya dikritik saja supaya eksekusinya lebih baik. Itu saja," ujar Luhut.
Dilansir dari CNN Indonesia, hasil kajian mendalam yang dilakukan oleh internal DEN pada 800 titik simulasi membuktikan bahwa program MBG membawa dampak sistemik yang positif bagi perekonomian daerah. Kebijakan ini diklaim mampu memicu lahirnya pusat-pusat bisnis baru serta mewujudkan asas keadilan sosial melalui keterlibatan aktif para pelaku UMKM. Oleh sebab itu, jajaran dewan ekonomi meminta semua pihak untuk bersinergi mengawal operasional program ketimbang berfokus pada narasi penghentian.
"MBG itu jangan dipergunjingkan lagi kalau menurut saya. Itu membuat pemerataan, keadilan, membangun simpul-simpul ekonomi baru, dari UMKM. Itu sudah hasil studi yang kami buat di 800 titik MBG," tambahnya.
Luhut juga mengingatkan bahwa egoisme kelompok dan kegemaran untuk saling berkonfrontasi di ruang publik hanya akan membawa kerugian kolektif bagi kemajuan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menyatukan visi dalam membenahi kekurangan teknis demi kepentingan jutaan penerima manfaat program. Menutup pandangannya, mantan jenderal tersebut memberikan pesan mendalam.
"Jadi jangan kita asik berkelahi sendiri. Akhirnya kita semua yang rugi." Pungkasnya.
Di sisi lain, gelombang protes mahasiswa memang sempat memanas di beberapa kota besar dalam sepekan terakhir. Elemen pemuda seperti BEM UI dan mahasiswa UIN Alauddin Makassar turun ke jalan menyuarakan beberapa tuntutan krusial, mulai dari desakan menghentikan pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok, hingga penolakan terhadap militerisme sipil. Mereka juga menuntut transparansi anggaran serta keterlibatan penuh petani lokal agar pasokan bahan baku pangan tidak dimonopoli oleh kekuatan korporasi besar semata.













