Fenomena Langka di Papua Pegunungan: Hujan Es Selimuti Lahan Warga Saat Kemarau

JATENGPEDIA.ID - Warga di wilayah dataran tinggi Papua Pegunungan dikejutkan oleh fenomena alam langka berupa guyuran hujan es pada 26 Agustus 2026. Peristiwa yang terjadi di Kabupaten Lanny Jaya dan Kabupaten Puncak ini menyebabkan butiran-butiran es menutupi permukaan tanah hingga merusak area pertanian milik masyarakat setempat.
Dilansir dari tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menganalisis bahwa fenomena tersebut dipicu oleh terbentuknya awan Cumulonimbus yang sangat besar dengan temperatur sangat dingin. Kondisi atmosfer ini dipengaruhi pula oleh topografi kedua wilayah tersebut yang berada pada ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut.
Suhu udara yang tergolong ekstrem menyebabkan gumpalan es dari dalam awan jatuh ke bumi tanpa sempat meleleh menjadi air hujan. Meskipun tidak memiliki pola siklus tahunan yang pasti, BMKG mencatat bahwa potensi munculnya hujan es justru mengalami peningkatan yang cukup signifikan saat memasuki periode musim kemarau.
Prakirawan BMKG Wilayah V Jayapura, Arif, menjelaskan mekanisme terjadinya fenomena alam tersebut secara terperinci.
"Memang di musim kemarau ini itu pemanasannya juga semakin meningkat. jadi saat pagi hari penguapannya sangat cepat sehingga saat malam hari itu lebih cepat dingin. Kondisi atmosfer di sekitar wilayah itu menjadi sangat dingin saat terjadi hujan. Es yang turun tidak sempat mencair menjadi air, sehingga dia berbentuk butiran es," ungkapnya.
Menanggapi fenomena ekstrem yang melanda kawasan dataran tinggi Papua Pegunungan tersebut, BMKG mengimbau masyarakat sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta selalu bersiap menghadapi risiko perubahan cuaca ekstrem yang dapat berlangsung secara mendadak.













