Gelar Partner Utama di INNOPROM 2026, RI Bidik Investasi dan Alih Teknologi dari Rusia

JATENGPEDIA.ID - Hubungan bilateral di sektor manufaktur antara Indonesia dan Rusia kini memasuki babak baru yang semakin solid per Rabu, 8 Juli 2026. Momentum krusial ini ditunjukkan lewat partisipasi aktif Indonesia sebagai Official Partner Country dalam ajang pameran industri internasional bergengsi, INNOPROM 2026, yang digelar di Yekaterinburg, Rusia.
Melalui keterlibatan strategis ini, pemerintah berupaya membuka jalan yang lebih lebar bagi para pelaku usaha domestik guna memperluas jangkauan pasar, menarik modal asing, hingga merealisasikan program alih teknologi dari negara-negara di kawasan Eurasia.
Dilansir dari CNN Indonesia, keseriusan ini diwujudkan dengan dibukanya Paviliun Indonesia seluas 1.512 meter persegi serta diboyongnya sekitar 50 co-exhibitors dari bermacam-macam sektor industri unggulan, mulai dari kimia, farmasi, agroindustri, hingga teknologi rekayasa maju. Langkah ini menuai apresiasi tinggi dari Wakil Menteri Perindustrian dan Perdagangan Rusia, Alexei Gruzdev, yang menyebut Indonesia sebagai kekuatan ekonomi industri terbesar di Asia Tenggara sekaligus mitra internasional utama bagi Rusia.
Gelaran ini ditargetkan tidak hanya sekadar menjadi ajang promosi dagang, melainkan harus mampu menelurkan proyek kerja sama manufaktur bersama yang lebih riil ke depannya.
Pemerintah daerah Sverdlovsk Region selaku tuan rumah bersama pihak penyelenggara Formika Event juga menyambut hangat kehadiran delegasi Indonesia. Mereka berharap jejaring bisnis yang terbangun selama pameran dapat memicu lahirnya kolaborasi jangka panjang, mengingat ajang ini dihadiri oleh puluhan ribu pengunjung dari puluhan negara.
Untuk itu, Kementerian Perindustrian menekankan bahwa indikator kesuksesan agenda ini tidak boleh berhenti pada penandatanganan di atas kertas saja, melainkan harus ada implementasi nyata yang memberikan nilai tambah bagi daya saing manufaktur nasional setelah pameran usai.
Terkait misi besar memperkuat posisi manufaktur tanah air di kancah global tersebut, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan arah dan target dari keikutsertaan Indonesia ini.
"Partisipasi Indonesia pada INNOPROM 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi industri nasional di pasar global sekaligus memperluas jejaring kemitraan internasional yang mampu menghasilkan investasi, pengembangan industri, dan peningkatan daya saing manufaktur Indonesia," ujarnya.
Sinergi ini diharapkan menjadi batu loncatan yang kuat untuk memperkokoh ketahanan ekonomi kedua belah negara dalam jangka panjang.













