Mencari

Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Kejagung Amankan Lokasi Sejak Dini Hari

Geledah Kantor Badan Gizi Nasional, Kejagung Amankan Lokasi Sejak Dini Hari

images (5)
JATENGPEDIA.ID - Kabar mengejutkan datang dari kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Kebon Sirih, Jakarta Pusat, yang kabarnya digeledah oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Rabu (3/6) pagi. Akibat dari tindakan hukum ini, para karyawan yang baru tiba untuk bekerja terpaksa tertahan dan diminta menunggu arahan lebih lanjut di luar area gedung. Suasana di lokasi menunjukkan tidak adanya aktivitas pelayanan publik seperti biasa karena seluruh pegawai dilarang langsung memasuki ruang kerja mereka.

Menurut informasi dari seorang petugas keamanan di lokasi yang dilansir dari CNN Indonesia, tim dari Kejagung ternyata sudah mengamankan dan berada di dalam kompleks kantor tersebut sejak pukul 02.00 WIB dini hari. Ketatnya penjagaan membuat para karyawan yang terus berdatangan hingga pukul 09.00 WIB, beserta awak media yang berniat meliput sama sekali tidak diizinkan melewati pintu gerbang. Hingga saat ini, baik pihak BGN maupun perwakilan Kejagung masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi terkait detail penggeledahan ini.

Aksi penggeledahan ini mencuat tepat setelah Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan mencopot Dadan Hindayana dari jabatannya sebagai Kepala BGN. Pencopotan ini diduga kuat berkaitan dengan isu miring mengenai praktik jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menanggapi dugaan tersebut, Menteri Sekretaris Negara RI Prasetyo Hadi menjelaskan di Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (2/6).

"Semua sedang dalam proses audit internal. itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan," ujar Prasetyo.

Prasetyo Hadi juga mengungkapkan bahwa pergantian estafet kepemimpinan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperbaiki tata kelola serta mengoptimalkan kinerja BGN ke depan. Ia membeberkan bahwa Presiden Prabowo memiliki banyak catatan evaluasi mendalam yang mendasari keputusan perombakan tersebut.

"Ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional. Beberapa hal tersebut yang menjadi dasar pertimbangan," tambahnya.

Meskipun internal lembaga sedang diguncang polemik dan proses hukum, pemerintah menjamin bahwa keberlangsungan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk masyarakat tidak akan terganggu atau terhenti. Melalui kebijakan rotasi yang diumumkan pada Selasa (2/6), posisi Kepala BGN kini resmi dijabat oleh Naniek S Deyang yang sebelumnya merupakan Wakil Kepala BGN, menggantikan Dadan Hindayana. Selain itu, perombakan juga menyasar jajaran Wakil Kepala BGN dengan dicopotnya Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya yang kemudian digantikan oleh dua figur baru, yaitu Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari dan Wakil Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara Mayjen TNI Trenggono.

iconLangganan

ke Newsletter