Gencatan Senjata Dilanggar, Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan Sembilan Warga

JATENGPEDIA.ID - Eskalasi ketegangan kembali memuncak di Jalur Gaza setelah militer Israel melancarkan serangan udara beruntun yang menargetkan sejumlah bangunan tempat tinggal di wilayah barat dan utara Kota Gaza pada Rabu (3/6) malam waktu setempat. Insiden mematikan ini dilaporkan merenggut sedikitnya sembilan nyawa warga Palestina serta menyebabkan 20 orang lainnya mengalami luka-luka. Aksi sepihak tersebut memicu kecaman luas lantaran dinilai sebagai bentuk pelanggaran terang-terangan terhadap kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati dan berjalan sejak akhir tahun lalu.
Dilansir dari Metro TV News, operasi militer udara ini menyasar titik-titik padat penduduk secara masif dan terstruktur.
“Pesawat tempur dan helikopter Israel secara bersamaan menargetkan rumah-rumah di bagian barat dan utara Kota Gaza, termasuk di kamp pengungsi Shati, lingkungan Sheikh Rqdwan, lingkungan Tel al-Hawa, dan daerah Muhabarat,” ujar seorang sumber sebagaimana dikutip dariberita Anadolu.
Gempuran yang datang tiba-tiba dari langit Gaza ini seketika mengubah kawasan pemukiman warga menjadi puing-puing reruntuhan.
Tragedi paling mematikan dalam peristiwa Rabu malam itu menghantam lantai empat sebuah gedung apartemen milik keluarga Lebid yang berlokasi di daerah Muhabarat. Hantaman bom dari jet tempur tersebut langsung menewaskan lima anggota keluarga sekaligus yang berada di dalam rumah, yakni Hassan Rebah Lebid, istrinya Manar, serta tiga buah hati mereka yang bernama Mohammed, Rahaf, dan Tamim. Di tengah duka mendalam tersebut, mukjizat masih menyelimuti putri mereka yang berusia sembilan tahun, Hala, yang berhasil dievakuasi dari timbunan beton dengan luka ringan.
Selain di Muhabarat, pertumpahan darah juga dilaporkan terjadi di beberapa titik strategis Kota Gaza lainnya akibat serangan sporadis tersebut. Dua warga Palestina dikonfirmasi tewas di tempat saat roket menghancurkan sebuah apartemen di distrik Tel al-Hawa. Sementara itu, dua korban jiwa lainnya ditemukan terbujur kaku pasca-gempuran udara yang meruntuhkan rumah keluarga Muhanna di dalam kamp pengungsi Shati, serta sebuah hunian yang terletak di dekat persimpangan Abu Amin di kawasan Sheikh Ridwan.
Rentetan kekerasan ini memperpanjang catatan kelam krisis kemanusiaan di tanah Palestina dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data otoritas setempat, agresi militer yang berlangsung sejak Oktober 2023 lalu telah merenggut hampir 73.000 korban jiwa dan melukai lebih dari 173.000 warga, didominasi oleh kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak. Meski perjanjian gencatan senjata telah diteken pada 10 Oktober 2025, Kantor Media Gaza mencatat tentara Israel masih terus melakukan pelanggaran harian yang hingga kini telah menewaskan 932 warga Palestina dan melukai 2.859 lainnya.













