Mencari

Gunung Ile Lewotolok Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 600 Meter

Gunung Ile Lewotolok Erupsi Lagi, Semburkan Kolom Abu Setinggi 600 Meter

images (23)
JATENGPEDIA.ID - Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali meningkat setelah dilaporkan mengalami erupsi. Letusan tersebut meluncurkan kolom abu tebal berwarna kelabu yang condong mengarah ke sisi barat gunung. Berdasarkan pantauan visual di lapangan, tinggi kolom abu vulkanik tersebut diperkirakan mencapai 600 meter dari atas puncak, atau sekitar 2.023 meter di atas permukaan laut. Detik-detik terjadinya fenomena alam yang mengagetkan warga sekitar ini terekam pada Senin, 22 Juni 2026.

Petugas pos pengamatan mencatat bahwa getaran gempa letusan ini terekam di alat seismograf dengan amplitudo maksimum menyentuh angka 40 milimeter dalam durasi satu menit enam belas detik. Dilansir dari Antara, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini masih menetapkan status gunung berapi tersebut pada Level II atau Waspada. Sejauh ini belum ada kutipan kalimat langsung dari perwakilan otoritas di dalam laporan visual, namun pihak berwenang langsung mengeluarkan instruksi tegas agar masyarakat, pendaki, maupun wisatawan mengosongkan area dalam radius dua kilometer dari pusat kawah demi menghindari jatuhan material berbahaya.

Selain membatasi ruang gerak di sekitar puncak, warga yang tinggal di lereng gunung juga diminta mengantisipasi potensi bahaya sekunder lainnya. Ancaman berupa runtuhan batuan, guguran lava pijar, longsoran material, hingga embusan awan panas sewaktu-waktu bisa mengarah ke sektor selatan, tenggara, barat, serta timur laut gunung. Oleh karena itu, kesiapsiagaan warga secara mandiri sangat diperlukan mengingat pola arah angin dan dinamika erupsi yang masih bisa berubah sewaktu-waktu.

Pihak PVMBG pun mengingatkan masyarakat setempat untuk segera mengenakan masker pelindung mulut dan hidung apabila beraktivitas di luar ruangan guna meminimalisir gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik. Warga juga diimbau memakai pelindung mata serta menutup rapat tangki atau sumber penampungan air bersih agar tidak tercemar material letusan. Untuk mendapatkan pembaruan situasi terkini yang valid, masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas gunung melalui aplikasi Magma Indonesia atau berkoordinasi langsung dengan pos pengamatan setempat.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter