Mencari

Harga Minyak Stabil di Tengah Gencatan Senjata dan Merosotnya Stok AS

Harga Minyak Stabil di Tengah Gencatan Senjata dan Merosotnya Stok AS

minyak
JATENGPEDIA.ID–Harga minyak dunia terpantau stabil pada awal perdagangan Rabu pagi setelah mengalami sesi yang cukup fluktuatif pada hari sebelumnya. Kondisi pasar yang cenderung tenang ini dipicu oleh bertahannya gencatan senjata di Timur Tengah meskipun situasi di lapangan masih dianggap goyah. Di sisi lain, data industri menunjukkan adanya penurunan stok minyak mentah Amerika Serikat selama tiga minggu berturut-turut yang memberikan sentimen penyeimbang terhadap pergerakan harga di pasar global.
Dilansir dari Reuters pada 5 Mei 2026, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni tercatat naik tipis sebesar 15 sen atau 0,15% ke level $102,42 per barel. Sementara itu pada penutupan hari Selasa, WTI sempat anjlok 3,9% dan Brent merosot 4% hingga menyentuh angka $109,87 per barel. Penurunan tajam tersebut terjadi karena para pelaku pasar merespons positif kabar bahwa gencatan senjata masih berlangsung meskipun sempat ada laporan mengenai terjadinya baku tembak.
Berdasarkan sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa persediaan minyak mentah di Amerika Serikat mengalami penurunan signifikan sebesar 8,1 juta barel untuk pekan yang berakhir pada 1 Mei. Selain minyak mentah, stok produk olahan lainnya juga dilaporkan menyusut yang mana persediaan bensin turun sebanyak 6,1 juta barel dan stok distilat berkurang sekitar 4,6 juta barel jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya. Penurunan cadangan yang lebih besar dari perkiraan ini biasanya memberikan tekanan ke atas pada harga minyak karena mencerminkan permintaan yang kuat atau pasokan yang mengetat.
Meskipun pasokan domestik AS menurun, perhatian pasar tetap tertuju pada stabilitas geopolitik di Timur Tengah sebagai faktor utama yang menentukan arah pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.

iconLangganan

ke Newsletter