Mencari

Jaga Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Komit Lanjutkan Impor Minyak dari Rusia

Jaga Ketahanan Energi Nasional, Indonesia Komit Lanjutkan Impor Minyak dari Rusia

minyak-rusia-1776428344488_169
JATENGPEDIA.ID - Pemerintah Indonesia menegaskan akan tetap melanjutkan kebijakan impor minyak mentah dari Rusia meski situasi geopolitik di Timur Tengah mulai mereda dengan rencana dibukanya kembali jalur pelayaran Selat Hormuz. Langkah ini diambil sebagai strategi matang guna mengamankan sekaligus memperkuat pasokan cadangan energi di dalam negeri di tengah kondisi global yang masih fluktuatif. 

Tepat pada Kamis, 18 Juni 2026, pihak kementerian terkait menyatakan bahwa proses pengadaan komoditas energi ini masih terus berjalan sesuai rencana awal. Kebijakan diversifikasi sumber energi tersebut dipandang sangat krusial agar pemenuhan kebutuhan bahan bakar nasional tidak hanya bergantung pada satu kawasan tertentu saja.

Dilansir dari Antara, kebijakan strategis ini sejalan dengan instruksi resmi dari Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan mengantisipasi segala bentuk krisis energi di masa mendatang. Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menjelaskan bahwa pemerintah memanfaatkan berbagai peluang dan celah yang ada untuk memastikan stok bahan bakar nasional tetap aman. 

"Kemarin sempat ada rencana untuk membuka jalur Selat Hormuz, dan kemudian ini masih sangat dinamis sekali. Yang pasti arahan Presiden jelas untuk tetap memperkuat cadangan energi nasional kita dengan beragam cara, termasuk salah satunya adalah impor crude dari Rusia. Ini masih tetap akan berjalan, masih tetap dalam proses," ujar Anggia.

Sebagai landasan hukum operasional di lapangan, regulasi ini juga telah diperkuat melalui aturan khusus mengenai pengadaan minyak bumi dan gas demi ketahanan energi nasional. Berdasarkan kebijakan tersebut, sejumlah badan usaha milik negara termasuk Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (BBPMGB) Lemigas kini mengantongi izin resmi untuk mengeksekusi proses impor. 

"Ada badan usaha seperti Lemigas di antaranya yang juga diberikan kewenangan untuk melakukan impor dalam hal untuk memperkuat ketahanan energi nasional kita," tambahnya.

Tidak hanya terpaku pada Rusia, Indonesia juga aktif memperluas jangkauan kerja sama dengan berburu pasokan minyak mentah ke berbagai belahan dunia lainnya, mulai dari kawasan Afrika seperti Nigeria dan Angola, hingga ke benua Amerika. Upaya jemput bola ini merupakan instruksi langsung dari Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, yang sebelumnya telah menugaskan Lemigas untuk mengawal komitmen impor bertahap hingga akhir tahun 2026 sebagai hasil nyata dari kunjungan diplomatik presiden ke Moskow. 

Dengan jaringan pasokan yang semakin luas dan beragam, stabilitas stok energi nasional diharapkan dapat tetap terjaga dengan aman dari bayang-bayang gejolak politik maupun ekonomi global.


 

iconLangganan

ke Newsletter