KM Nurul Salsa Mati Mesin dan Tenggelam di Selayar, Puluhan Korban Masih Dicari

JATENGPEDIA.ID - Tragedi kecelakaan laut menimpa Kapal Motor (KM) Nurul Salsa yang dilaporkan tenggelam setelah mengalami kerusakan mesin di kawasan Perairan Selayar, Sulawesi Selatan pada Kamis (16/7/2026).
Insiden memilukan ini mengakibatkan satu orang penumpang dikonfirmasi meninggal dunia, sementara 24 orang lainnya hingga kini dinyatakan hilang dan masih berada dalam proses pencarian intensif. Kapal nahas tersebut awalnya diketahui bertolak dari wilayah Pulau Jampea menuju Pelabuhan Benteng Selayar sejak sehari sebelumnya dengan mengangkut puluhan penumpang.
Dilansir dari Metrotvnews.com, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kelas A Makassar, Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa kapal mengalami gangguan teknis fatal sebelum akhirnya karam di sebelah barat Pulau Polassi.
Lokasi kejadian itu terhitung masih cukup jauh dari titik pelabuhan tujuan, yakni berjarak sekitar 43 mil laut. Merespons laporan darurat tersebut, tim penyelamat langsung menerjunkan berbagai unsur bantuan ke titik koordinat untuk mengevakuasi para penumpang kapal.
Upaya penyelamatan darurat berhasil dilakukan oleh awak KM Harapan Kita yang kebetulan sedang melintas di jalur perairan tersebut dari arah Pulau Jampea. Kapal tersebut berhasil menemukan dan mengevakuasi 41 orang korban selamat dari lokasi yang berjarak belasan mil dari pusat kejadian.
Selain itu, aksi penyelamatan heroik juga dilakukan oleh kapal nelayan setempat yang sigap mengangkut 6 penumpang selamat lainnya untuk segera dibawa dan dirawat di wilayah Pulau Polassi.
Berdasarkan pembaruan data sementara yang dihimpun petugas di lapangan, jumlah korban selamat yang berhasil dievakuasi kini mencapai total 49 orang dari keseluruhan 74 penumpang yang ada di manifes. Terkait perkembangan data terkini, Muhammad Arif Anwar menegaskan, "Rinciannya 49 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia." Operasi penyisiran skala besar saat ini masih digalakkan oleh tim gabungan yang melibatkan armada Basarnas, personel TNI AL melalui KRI Marlin 877, BPBD, kepolisian air, hingga para nelayan lokal.













