Mencari

Sempat Tertunda Puluhan Tahun, Proyek Raksasa Gas Abadi Masela Resmi Dimulai

Sempat Tertunda Puluhan Tahun, Proyek Raksasa Gas Abadi Masela Resmi Dimulai

images (66)
JATENGPEDIA.ID - Pemerintah secara resmi memulai babak baru dalam pembangunan infrastruktur energi nasional lewat peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela pada Kamis, 16 Juli 2026. Peresmian bersejarah ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk menandai dimulainya konstruksi fisik proyek gas dengan investasi terbesar di Indonesia yang sempat tertunda selama puluhan tahun sejak cadangannya pertama kali ditemukan pada tahun 2000. Upacara ini menjadi momentum krusial bagi kemandirian energi dan penguatan posisi tawar Indonesia di kancah global.

Dilansir dari CNN Indonesia, Presiden Prabowo Subianto meresmikan proyek yang berlokasi di Kepulauan Tanimbar, Maluku, tersebut secara daring dari Istana. Dalam pidatonya, Kepala Negara menyampaikan harapan besar agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar demi kemakmuran rakyat. 

"Dengan mengucap bismilah, pada hari ini, Kamis, 16 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Saya Presiden Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, menyatakan groundbreaking LNG Masela resmi dimulai," ujar Presiden Prabowo.

Megaproyek yang masuk ke dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) ini digarap melalui kolaborasi konsorsium INPEX Masela Ltd. bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi fantastis mencapai sekitar $20,9 miliar atau setara Rp376,3 triliun. 

Anggaran jumbo tersebut sudah mencakup dana tambahan sebesar US$1 miliar atau sekitar Rp18 triliun untuk penerapan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon (Carbon Capture and Storage/CCS). Blok Masela yang terletak di Laut Arafura ini dirancang untuk memproduksi 9,5 juta ton LNG per tahun, menyalurkan gas pipa domestik sebesar 150 MMSCFD, serta menghasilkan sekitar 35 ribu barel kondensat per hari.

Selain memperkuat ketahanan migas domestik, proyek strategis di wilayah perbatasan Indonesia-Australia ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang luar biasa bagi perekonomian nasional dengan estimasi kontribusi mencapai US$137,7 miliar.

 


 

 

iconLangganan

ke Newsletter