Pantau Layanan Cuci Darah, Menko PM Pastikan JKN Lindungi Pasien Penyakit Kronis

JATENGPEDIA.ID - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, A. Muhaimin Iskandar, melakukan peninjauan langsung terhadap pelayanan pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah di RSUD Cengkareng serta menyambangi Kantor BPJS Kesehatan pada hari Kamis, 2 Juli 2026.
Dalam agenda tersebut, pria yang akrab disapa Cak Imin ini menegaskan bahwa negara berkomitmen penuh untuk menjamin agar para penderita penyakit kronis tetap mendapatkan hak proteksi melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah berupaya memastikan tidak ada hambatan birokrasi dalam akses pengobatan medis yang bersifat mendesak demi keselamatan jiwa masyarakat.
"Pada dasarnya kita semua, pemerintah, kami, terus ingin memastikan bahwa bentuk pelayanan, terutama pelayanan jenis katastropik, khususnya cuci darah ini, berjalan dengan lancar karena tidak ada penundaan di dalam pelaksanaannya. Karena sekali penundaan akan berakibat fatal buat semua pihak." Tutur Muhaimin.
Dilansir dari detiknews, keandalan Program JKN merupakan manifestasi nyata dari sistem gotong royong berskala besar, di mana iuran dari peserta yang sehat berputar untuk menopang biaya pengobatan komparatif pasien yang membutuhkan penanganan medis mahal. Guna menjaga sistem jaring pengaman sosial ini tetap kokoh, pemerintah pusat secara rutin menggelontorkan dana sebesar Rp48,6 triliun per tahun untuk membiayai kelompok Penerima Bantuan Iuran (PBI), yang kemudian diperkuat lagi oleh suntikan dana dari pemerintah daerah sekitar Rp4 triliun.
Dari total anggaran yang fantastis tersebut, alokasi sebesar Rp22,2 triliun terserap khusus untuk mendanai pengobatan kategori katastropik, mulai dari penyakit jantung, kanker, hingga gagal ginjal akut.
Sebagai langkah antisipasi jangka panjang dan demi mendongkrak mutu pelayanan fasilitas kesehatan di lapangan, pemerintah kini tengah mematangkan tambahan cadangan dana sokongan sebesar Rp20 triliun. Muhaimin menambahkan bahwa penguatan dana ini juga wajib diimbangi dengan kesadaran masyarakat luas untuk ikut serta menjadi bagian dari kepesertaan aktif JKN secara mandiri.
"Yang paling penting, kita akan berusaha sebisa mungkin meningkatkan kepesertaan ini dengan partisipasi seluruh masyarakat dengan sungguh-sungguh," tambahnya.
Di sela-sela kunjungannya ke area penanganan medis RSUD Cengkareng, Cak Imin juga menyempatkan diri berdialog secara santai dengan para dokter, perawat, serta beberapa pasien yang sedang menjalani terapi pengobatan. Momentum interaksi langsung ini dimanfaatkan untuk menyerap keluh kesah serta masukan riil dari garda terdepan kesehatan sebagai bahan evaluasi kebijakan di tingkat kementerian. Lewat sinkronisasi yang lebih ketat antarlebaga, Kemenko PM berjanji akan mengawal agar seluruh instrumen jaminan sosial dapat berjalan seiringan guna melindungi masyarakat miskin dan rentan agar tidak kesulitan mendapatkan akses kesehatan berkualitas.













