Mencari

Perkuat Kemitraan Strategis, Menlu RI dan Turki Sepakat Dongkrak Kerja Sama

Perkuat Kemitraan Strategis, Menlu RI dan Turki Sepakat Dongkrak Kerja Sama

images (6)
JATENGPEDIA.ID - Menteri Luar Negeri RI Sugiono secara resmi menyambut kedatangan Menteri Luar Negeri Turki, Hakan Fidan, di Jakarta pada Rabu (3/6). Pertemuan bilateral ini digelar sebagai bentuk komitmen kuat dari kedua negara untuk memperluas jalinan kerja sama, terutama di sektor perdagangan, pertahanan, serta dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan di tingkat regional maupun global. Melalui unggahan di akun X resminya, Menlu Sugiono menyampaikan, “Indonesia dan Turki adalah dua negara yang bersatu ketika dibutuhkan, dan Indonesia sangat menghargai dukungan dan solidaritas teguh Turki dalam membela prinsip-prinsip bersama kita.”

Hubungan diplomatik dan pertahanan antara Jakarta dan Ankara sebenarnya telah diperkuat lewat pertemuan perdana Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan (2+2) yang dipimpin oleh Menlu Sugiono bersama Menhan Sjafrie Sjamsoeddin serta Menlu Hakan Fidan dan Menhan Yaşar Güler pada awal Januari lalu. Dilansir dari Metro TV News, agenda strategis 2+2 ini merupakan mandat langsung dari kepala negara kedua pihak yang telah disepakati sejak tahun lalu. 

“Indonesia menyelenggarakan pertemuan 2+2 ini hanya dengan sekelompok negara mitra, mencerminkan kepercayaan dan komitmen jangka panjang yang mendalam untuk membangun hubungan bilateral yang lebih kuat dengan Türkiye,” tambahnya.

Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada penguatan sektor-sektor prioritas seperti industri pertahanan, ketahanan energi, perdagangan, hingga investasi. Di bidang ekonomi, kedua negara sepakat untuk mempercepat finalisasi Preferential Tariff Agreement (PTA) terbatas. Langkah awal ini dinilai sangat penting untuk membuka jalan bagi pembentukan Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang diharapkan mampu mendongkrak volume perdagangan bilateral secara signifikan. Selain itu, peluang investasi baru juga terus didorong, khususnya pada ekosistem kendaraan listrik, industri petrokimia, pertambangan, dan energi.

Beralih ke isu internasional, Indonesia dan Turki yang sama-sama merepresentasikan kekuatan Global South menegaskan komitmen mereka untuk memperkuat kolaborasi di berbagai forum multilateral. Kedua pihak saling bertukar pandangan mengenai dinamika geopolitik terkini termasuk situasi di Timur Tengah, kawasan ASEAN, serta Pasifik. Dalam kesempatan ini, Indonesia kembali menyatakan dukungannya terhadap aspirasi Turki untuk menjadi Full Dialogue Partner bagi ASEAN serta sepakat untuk menelurkan kerja sama yang lebih konkret di bidang ekonomi dalam jangka panjang.

Sebagai sesama anggota Group of Eight, kedua negara juga menaruh perhatian besar pada krisis kemanusiaan yang sedang terjadi di Timur Tengah. Indonesia dan Turki mendesak pentingnya segera mewujudkan gencatan senjata di Gaza demi memastikan bantuan kemanusiaan dapat masuk tanpa hambatan. Di samping itu, kedua menteri luar negeri ini juga menggarisbawahi perlunya merumuskan langkah-langkah strategis bersama untuk proses rekonstruksi wilayah pascakonflik ke depan.

iconLangganan

ke Newsletter