Selat Sunda Diguncang Gempa M 5,3, BMKG Pastikan Aman dari Tsunami

JATENGPEDIA.ID - Wilayah Selat Sunda diguncang gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,5 yang kemudian diperbarui oleh BMKG menjadi M 5,3 pada hari Rabu, 8 Juli 2026 pukul 02.44 WIB. Pusat gempa terdeteksi berada di laut pada koordinat 6,83 LS dan 105,04 BT, atau sekitar 62 kilometer arah barat daya Sumur, Banten.
Berdasarkan kedalamannya, guncangan ini dikategorikan sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh adanya aktivitas subduksi lempeng.
Dilansir dari laman resmi BMKG, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menegaskan bahwa peristiwa ini tidak memicu terjadinya gelombang tsunami. Meski begitu, getaran gempa sempat dirasakan di beberapa wilayah dengan tingkat intensitas yang berbeda.
Daerah Sumur merasakan dampak paling kuat pada skala IV MMI, di mana getaran membuat jendela berderik dan barang pecah belah gemetaran, sementara wilayah Pandeglang merasakannya pada skala III MMI layaknya ada truk besar yang melintas.
Pihak BMKG juga menjelaskan bahwa pergerakan sesar naik (thrust fault) menjadi pemicu utama dari gempa ini. Hingga menjelang pagi hari sekitar pukul 03.05 WIB, sensor BMKG belum menangkap adanya tanda-tanda gempa susulan.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi," jelas Wijayanto dalam keterangan tertulisnya.
Menyikapi situasi tersebut, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan mengabaikan kabar burung yang beredar tanpa kejelasan sumbernya. Warga juga diminta waspada dengan menjauhi bangunan yang kondisinya retak atau mengalami kerusakan struktural pascagepma.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," pungkasnya.













